3 Tempat Ini Berpotensi Jadi Klaster Baru Covid-19, Berikut Lokasinya

Kabar Center
Sabtu, 27 Juni 2020, 13:26 WIB Last Updated 2020-06-27T06:26:03Z
Pusat perdagangan | Ilustrasi

Kabar Center - Medan

Saat new normal diberlakukan, itu artinya kehidupan akan berjalan sebagaimana biasanya. Hanya saja, masyarakat mesti menaati protokol kesehatan supaya tetap terjaga dari paparan virus corona.

Karena lini kehidupan sudah kembali berjalan seperti biasanya, sehingga pusat perbelanjaan sudah buka, tempat nongkrong sudah didatangi, pun lokasi wisata dipadati orang-orang.

Menjadi catatan penting adalah saat berada di fasilitas umum, Anda harus menjaga jarak aman antar orang dengan tujuan meminimalisir terpapar virus corona. Ketika itu tidak dijalankan, maka besar kemungkinan lokasi tersebut akan menjadi klaster baru Covid-19.

Nah, Kementerian Kesehatan melalui Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menerangkan bahwa ada 3 lokasi baru yang berpotensi jadi klaster Covid-19. Dilansir dari laman Sehat Negeriku Kemenkes, di mana saja lokasi baru itu?

1. Kantor

Setidaknya ada 3 hal yang harus dicermati saat masyarakat akan kembali produktif di kantor. Pertama, tentang pengisian jumlah orang agar pekerja bisa jaga jarak 1,5 meter.

Lalu kedua, kontak dekat yang lama berpeluang terjadi penularan, maka jaga jarak dan tetap memakai masker ditempat kerja mutlak dilakukan.

Dan ketiga ialah mengatur sirkulasi udara, penggunaan pendingin udara sebaiknya tidak dilakukan terus menerus, mungkin bisa digunakan di jam-jam tertentu, serta diupayakan setiap hari udara diganti dengan udara segar.

“Tentunya ini akan sangat dipengaruhi design ruangan atau rumah, upayakan ini bisa dilakukan termasuk-ruangan di rumah kita,” ujar Yuri dalam keterangannya di Graha BNPB, Jakarta, Jumat sore (26/6).

2. Restoran

Yuri menilai, penularan di rumah makan dipengaruhi oleh kepentingan dan waktu yang sama, misal makan siang. Inilah yang menyebabkan para pengunjung sulit menerapkan jaga jarak aman.

3. Transportasi umum

Untuk mengatur volume penumpang di sarana transportasi massal, pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran No.8 Tahun 2020 tentang Pengaturan Jam Kerja Pada Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat yang Produktif dan Aman dari COVID-19 di Wilayah Jabodetabek.

Di dalam SE tersebut, mengatur jam kerja ASN, pegawai BUMN, pegawai swasta dalam 2 gelombang. Gelombang pertama 07.00 WIB-07.30 WIB sampai 15.00 WIB-15.30 WIB, sedangkan gelombang kedua 10.00 WIB-10.30 WIB sampai 18.00 WIB-18.30 WIB.

“Ini untuk memastikan kapasitas commuter bisa diisi dengan memenuhi prasyarat aman untuk menjaga jarak,” jelasnya.

Yuri menekankan, kebijakan new normal harus dimaknai secara bijak. Pembukaan sektor maupun daerah tertentu harus difokuskan untuk menggerakkan roda perekonomian, sehingga masyarakat dapat kembali produktif namun tetap aman dari COVID-19. Oleh karenanya protokol Kesehatan mutlak harus dilakukan.

“Ini yang harus kita maknai bersama bahwa aktivitas di luar rumah hanya untuk kepentingan produktivitas kita, bukan berarti kepentingan-kepentingan yang bisa ditunda masih kita paksakan untuk dilakukan, oleh karena itu tetap didalam rumah dan keluar rumah hanya untuk hal produktif,” kata Yuri. (Okz/kc6)
Baca juga:
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS