Kunjungi Samosir, Raja dan Ratu Belanda Disambut Hangat

Kabar Center
Kamis, 12 Maret 2020, 18:04 WIB Last Updated 2020-03-12T11:05:24Z
Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon menyematkan ulos kepada Raja Belanda Willem Alexander, dan istrinya Ratu Maxima Zorreguieta

Kabar Center - Samosir

Kedatangan Raja Belanda Willem Alexander, dan istrinya Ratu Maxima Zorreguieta serta rombongan mendapat sambutan hangat dari warga Kabupaten Samosir.

Pemimpin Negeri kincir angin itu tiba di Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (12/3/2020). Sebelum sampai ke Samosir, Raja Belanda yang didampingi Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Menteri Pariwisata Wishnutama, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Dirut BPODT Ari Prasetyo lebih dahulu mengunjungi Kabupaten Toba untuk menikmati pemandangan di sekitar Danau Toba.

Raja Willem Alexander bersama istrinya Ratu Maxima Zorreguieta menikmati keindahan Danau Toba. Mereka pun menggunakan kesempatan itu untuk berswafoto.

"Wonderfull," kata Raja Alexander bersama Ratu Maxima saat menikmati keindahan Danau Toba.

Raja Willem menggunakan memakai setelan jas berwarna emas, sementara Maxima menggunakan gaun warna peach bermotif bunga ketika berfoto.
Raja Belanda Willem Alexander, dan istrinya Ratu Maxima Zorreguieta 

Di Kabupaten Samosir, Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima berkunjung ke Ecovillage Silimalombu, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir. Di sana mereka disambut hangat dan penuh kegembiraan oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Samosir.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon mengatakan, kunjungan Raja Willem dan Ratu Maxima ke Danau Toba akan berdampak positif untuk kawasan Danau Toba.

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Samosir bersama warga bangga atas kedatangan Raja Willem dan Ratu Maxima bersama rombongan. Samosir akan semakin dikenal di dunia internasional ke depannya.

"Kami juga akan meminta Raja Belanda untuk mengembalikan artefak peninggalan sejarah dari Samosir, yang dibawa Belanda saat menjajah Indonesia. Bahkan, kami akan meminta Raja Belanda untuk membantu membangun museum sebagai tempat penyimpanan artefak masa penjajahan dulu. Ini juga akan membantu mendongkrak pariwisata," pungkas Rapidin. (Bs/kc4)
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS