Jangan Sepelekan, Ini Gejala Ringan Terjangkit Virus Corona

Kabar Center
Kamis, 26 Maret 2020, 12:05 WIB Last Updated 2020-03-26T05:05:57Z
Ilustrasi

KABARCENTER.com - Jakarta

Akibat peyebaran virus coron yang begitu cepat, tercatat lebih dari 417 ribu orang di seluruh dunia terinfeksi dengan 18 ribu pasien dinyatakan meninggal sementara 107 ribu di antaranya sembuh.

Di Indonesia sendiri, kasus penularan cukup signifikan mengingat saat ini telah mencapai 790 kasus dengan 58 kematian.

Melansir detik.com, beberapa pasien virus corona mengalami gejala ringan bahkan ada yang tidak bergejala sama sekali. Setelah kontak dengan pasien positif, pada beberapa orang muncul gejala seperti batuk ringan dan demam. Beberapa juga mengalami sesak napas.

Namun ada juga beberapa gejala ringan selain yang sering disebutkan dan dilaporkan dialami oleh mereka yang kemudian didiagnosis positif virus corona. Berikut di antaranya dikutip dari Mirror.

1. Kehilangan indra perasa dan penciuman
Asosiasi Otorhinolaryngology Inggris memperingatkan bahwa kehilangan indra penciuman dan perasa bisa menjadi salah satu gejala virus corona COVID-19. Spesialis THT juga merekomendasikan siapa saja yang mengalami gejala tersebut dan diketahui pernah kontak dengan pasien positif agar segera memeriksakan diri.

Telah disebutkan juga bahwa kehilangan indra bisa jadi disebabkan karena adanya virus corona di hidung dan tenggorokan. "Bukti dari negara lain menunjukkan coronavirus sering menyerang daerah mata, hidung, dan tenggorokan," tulis Asosiasi tersebut dalam pernyataannya.

"Kami juga telah mengidentifikasi gejala baru yang mungkin berarti orang tanpa gejala lain tetapi mengalami kehilangan indra perasa dan penciuman mungkin harus mengisolasi diri untuk mengurangi penyebaran virus," sambungnya.

Beberapa pasien usia muda juga dilaporkan terjangkit virus corona setelah kehilangan indra perasa dan penciuman mereka.

2. Kelelahan fisik
Gejala umum lain di luar flu, batuk, dan demam, pasien biasanya merasa mudah lelah. Anjuran beristirahat adalah hal biasa ketika sakit, namun kelelahan yang dimaksud terjadi karena tidak bisa tidur lantaran sulit bernapas karena batuk.

Seperti yang dikemukakan oleh Jaimuay Sae-ung, 73, warga negara Thailand pertama yang terjangkit virus corona pada Desember tahun lalu. "saya merasa sedikit lelah dan tidak bisa makan," tuturnya.

3. Kelelahan mental
Meski belum resmi dicatat sebagai gejala COVID-19, banyak pasien melaporkan mengalamki kelelahan mental. Salah satu pasien, Thea Jourdan mengatakan kepada The Daily Mail bahwa dia pertama kali berpikir dia mungkin terinfeksi ketika dia merasakan rasa geli di tenggorokan dan sakit kepala.

Ibu tiga anak itu kemudian mulai mengalami kabut otak atau brain fog yang ditandai dengan sering lupa dan sulit fokus.

4. Kehilangan nafsu makan
Pada tingkat berbeda, mereka yang positif corona mengeluh kehilangan nafsu makan. Beberapa di antaranya tidak tertarik dengan makanan favorit mereka dan tidak sedikit yang tak punya nafsu makan sama sekali.

"Saya sudah berada di tempat tidur dengan demam yang parah, sakit kepala, batuk ringan & sakit punggung selama hampir empat hari sekarang, saya benar-benar kelelahan dan tidak memiliki keinginan untuk bergerak atau makan," tutur salah satu pasien asal London.

5. Sakit perut dan diare
Sebuah studi yang baru diterbitkan oleh American Journal of Gastroenterology mengaitkan masalah perut dengan Covid-19.

Mereka menemukan bahwa 48,5 persen dari 204 orang yang telah terinfeksi oleh coronavirus di provinsi Hubei China memiliki gejala pencernaan seperti diare.

6. Mata merah
Beberapa waktu lalu, seorang perawat asal Amerika Serikat, Chesley Earnest, membagikan kisahnya yang menakutkan saat menangani pasien virus corona. Ia mengatakan hampir semua pasien bergejala sedang-berat memiliki mata yang memerah.

"Ada pasien yang hanya memiliki mata merah sebagai satu-satunya gejala yang kami lihat di rumah sakit, dan ia telah meninggal," ucapnya.

Setelah itu American Academy of Ophthalmology mengirimkan peringatan kepada semua tenaga medis bahwa virus corona dapat menyebabkan konjungtivitis. Artinya mata dan sekitarnya menjadi merah, sehingga mereka perlu lebih hati-hati dalam merawat pasien agar tidak tertular. (Kc3)
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS