Notification

×

Iklan

Iklan

Ukraina Serang Kilang Minyak Rosneft di Ryazan, Tanda Gencatan Energi Trump Gagal

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:08 WIB Last Updated 2026-10-16T09:08:02Z
Kilang minyak yang diduga diserang | net

Kabar Center 
KYIV - Ukraina kembali menyerang kilang minyak Rusia pada Kamis (15/10/2026), setelah Presiden Volodymyr Zelenskiy menyatakan Kyiv tidak lagi terikat dengan gencatan senjata energi yang diumumkan Presiden AS Donald Trump. Zelenskiy juga mengkritik sikap Trump yang dinilai ingin berdamai dengan Moskow.

Sikap Kyiv yang secara terbuka mengabaikan permintaan Trump untuk menghentikan serangan ke kilang Rusia ini dikhawatirkan memperdalam keretakan hubungan Ukraina dan Washington, yang menjadi yang terbesar sejak invasi Rusia pada Februari 2022.

Target terbaru Ukraina adalah kilang minyak di wilayah Ryazan, tenggara Moskow. Kilang milik perusahaan negara Rosneft itu menyumbang hampir 5% dari total produksi kilang di Rusia dan menjadi pemasok utama kebutuhan ibu kota.

Gubernur Ryazan Pavel Malkov melalui Telegram pada Kamis (15/10/2026) mengonfirmasi serangan drone besar-besaran Ukraina telah menyebabkan kebakaran di kilang tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin meremehkan dampak serangan itu dan menyebut serangan tersebut tidak menimbulkan sesuatu yang signifikan.

Sebelumnya, pada Minggu (11/10/2026), Trump secara mengejutkan mengumumkan bahwa Rusia dan Ukraina telah sepakat menghentikan serangan ke fasilitas energi. Pengumuman itu mengejutkan kedua belah pihak. Kyiv sempat menahan diri tidak menyerang kilang Rusia, yang menurut Trump menjadi penyebab naiknya harga solar global.

Namun dalam beberapa hari berikutnya, Rusia justru menggempur Ukraina dengan rudal dan drone, termasuk menyerang pembangkit listrik yang membuat ratusan ribu warga mati listrik.

Ketegangan antara Zelenskiy dan Trump sendiri sudah terjadi sejak pertemuan di Ruang Oval pada Februari 2025 yang berujung adu mulut. Setelah itu Zelenskiy sempat memuji Trump dan menegaskan Ukraina mendukung gencatan senjata energi.

Namun kesabaran Kyiv akhirnya habis. Dalam wawancara dengan Financial Times yang terbit Kamis (15/10/2026), Zelenskiy menegaskan blokade serangan sudah dicabut.

"Pemblokiran (serangan ke kilang) sudah dicabut. Kami sudah selesai," katanya kepada surat kabar tersebut.

Zelenskiy juga mengkritik Trump yang secara terbuka menunjukkan kekagumannya pada Putin dan para pemimpin yang berkuasa puluhan tahun.

"Dia (Trump) berbicara secara terbuka dan lantang bahwa dia menyukai orang-orang seperti itu dan dia menghormati orang-orang seperti itu," dikutip FT. "Karena baginya orang yang bisa menjadi pemimpin 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun, itu berarti mereka bisa sangat kuat."

Zelenskiy juga menilai perubahan kemampuan reseptor Starlink versi militer pekan ini, yang membatasi kemampuan drone Ukraina, bukanlah masalah teknis melainkan keputusan kebijakan.

"Itu bukan masalah teknis, itu adalah kemauan," ujarnya kepada FT pada Kamis (15/10/2026).

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting pada Kamis (15/10/2026) mengatakan ia dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyambut baik pulihnya layanan Starlink di Ukraina dan meminta semua pihak maju dengan semangat kolektif.

Sementara itu, bos SpaceX Elon Musk melalui media sosial pada Rabu malam (14/10/2026) mengatakan penggunaan Starlink versi militer yang dikenal sebagai Starshield sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah AS.

"Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah AS. Setiap batasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh POTUS," tulis Musk.

Meski Trump menyebut gencatan senjata sebagai kewajiban bagi Moskow dan Kyiv, komentar publiknya lebih banyak menyoroti serangan Ukraina ke kilang Rusia.

Ukraina khawatir keretakan ini berdampak di medan perang, karena militernya masih bergantung pada teknologi Washington. Pejabat Ukraina menyebut selama beberapa hari terakhir mereka tidak menerima peringatan biasa dari sekutu Barat soal rudal Rusia yang mengandalkan satelit AS. Trump membantah menahan intelijen.

Sumber di Kementerian Pertahanan Ukraina pada Kamis (15/10/2026) menyebut reseptor militer Starlink kini hanya berfungsi saat bergerak dengan kecepatan hingga 100 mil per jam (160 km/jam), yang dinilai terlalu lambat untuk misi serangan jarak menengah dan drone pencegat.

Di Laut Hitam, tim penyelamat masih mencari tujuh pelaut yang hilang setelah drone menyerang dua kapal tanker kimia di dekat pantai Laut Hitam Rumania pada Kamis (15/10/2026) dan menyebabkan kebakaran.

Kremlin pada Kamis (15/10/2026) menyebut serangan Ukraina ke infrastruktur energi Rusia bertentangan dengan upaya perdamaian AS. Sebelumnya, pada awal pekan ini, Kremlin mengatakan cakupan gencatan senjata energi belum pernah ditentukan dan upaya untuk menentukannya masih berlangsung.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini