![]() |
| Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi (kiri) | Lukman Fauzi |
Kabar Center
Pandeglang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi meluncurkan Banten Corporate University (Banten CorpU) bersamaan dengan penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVI Tahun 2026.
Program tersebut dirancang sebagai ekosistem pembelajaran untuk mempercepat transformasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan peluncuran itu menjadi momentum penting dalam pembangunan aparatur dan reformasi birokrasi di Pemerintahan daerah tersebut.
"Banten CorpU menjadi penguat ekosistem organisasi pembelajar yang mendorong aparatur untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Tujuannya adalah mewujudkan transformasi budaya kerja dari hierarkis-administratif menjadi birokrasi yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis kinerja," kata Deden dalam keterangannya di Pandeglang, Jumat.
Ia menjelaskan sistem pembelajaran tersebut memastikan pengembangan kompetensi ASN selaras dengan tujuan pembangunan daerah.
Selanjutnya, kata dia, dirinya menekankan bahwa setiap program pembelajaran harus relevan dengan kebutuhan organisasi, prioritas pembangunan daerah serta mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat demi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sekda Deden juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) atas sinergi dalam pembinaan kompetensi aparatur serta kepada BPSDMD Provinsi Banten dan Tim Percepatan Pembentukan CorpU yang telah merealisasikan program tersebut.
"Saya berharap ekosistem ini mampu melahirkan aparatur yang kompeten dan berintegritas," pungkas Deden.
Ditempat yang sama, Kepala LAN Muhammad Taufik juga menekankan bahwa corporate university harus memberikan dampak nyata terhadap pencapaian visi, misi dan program strategis pemerintah daerah.
Menurutnya, sistem tersebut merupakan sarana untuk menerjemahkan program strategis daerah ke dalam proses pembelajaran aparatur secara praktis.
"Terutama melalui Learning Organization Management System (LOMS) sebagai fondasi tata kelola pembelajaran dan Learning Organization Maturity Index (LOMI) sebagai instrumen kematangan organisasi," katanya.
"Ini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan pada Pemprov Banten,” tambah Taufik.
Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini
