![]() |
| Gubernur Banten Andra Soni | Fauzi |
Kabar Center
Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperkuat strategi pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui kolaborasi dengan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).
Kerja sama itu difokuskan pada penerapan manajemen talenta dan pengembangan program ASN Corporate University (ASN Corpu) untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, kompeten dan berorientasi pada hasil.
"Peningkatan kapasitas ASN harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan kompetensi aparatur tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi juga harus mampu meningkatkan kinerja pemerintahan, mempercepat pelaksanaan pembangunan serta memperbaiki kualitas pelayanan publik," kata Gubernur Banten Andra Soni dalam keterangannya di Serang, Selasa
Andra menyebutkan hal tersebut membahas sejumlah agenda, mulai dari pengembangan kompetensi melalui ASN Corporate University, penerapan manajemen talenta, hingga penyiapan aparatur untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan pemerintahan daerah.
Selanjutnya, keberhasilan pengembangan ASN perlu diukur berdasarkan dampaknya terhadap kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kata dia, kemampuan yang diperoleh melalui proses pembelajaran harus dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan serta mendukung pencapaian target pembangunan.
“Pengembangan kapasitas aparatur harus benar-benar berdampak pada kinerja pemerintahan dan pelayanan publik,” ujarnya.
Gubernur Andra juga mengatakan peningkatan kompetensi tidak semestinya hanya dinilai dari jumlah pelatihan yang diikuti maupun pengetahuan yang diperoleh pegawai. Hal yang lebih penting adalah kemampuan ASN menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi kinerja yang efektif dan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Pemprov Banten pun mendorong agar setiap program pemerintahan memiliki indikator keberhasilan yang jelas. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan tidak berhenti pada pemenuhan prosedur administrasi, melainkan menghasilkan capaian yang dapat diukur dan dirasakan manfaatnya.
Selain pengembangan kompetensi, pembahasan bersama LAN RI turut menyoroti pentingnya penerapan manajemen talenta dalam penempatan dan pengembangan karier ASN.
Gubernur Andra Soni menekankan bahwa pengisian jabatan harus mempertimbangkan kemampuan, kompetensi, serta kebutuhan organisasi. Prinsip objektivitas diperlukan agar setiap posisi strategis ditempati aparatur yang sesuai dengan tanggung jawab jabatan.
“Penempatan ASN harus berdasarkan kompetensi dan kemampuan,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa kualitas aparatur memiliki peran penting dalam menentukan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu, pengembangan karier perlu dilaksanakan secara objektif dan berlandaskan pertimbangan profesional agar target pembangunan daerah dapat tercapai.
Dalam penerapannya, manajemen talenta menjadi salah satu upaya Pemprov Banten memperkuat sistem merit. Potensi, kompetensi, kinerja, dan rekam jejak pegawai menjadi pertimbangan dalam merencanakan pengembangan karier serta penempatan jabatan.
Melalui kolaborasi dengan LAN RI, Pemprov Banten berharap pengembangan ASN semakin terarah dan mampu mendorong perubahan budaya kerja birokrasi.
Orientasi pemerintahan diharapkan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada pencapaian hasil yang terukur dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Fauzi)
Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini
