![]() |
| Anggota Komisi III DPR RI Martin Daniel Tumbelaka | dok. DPR RI |
Kabar Center
Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra, Martin Daniel Tumbelaka, menyatakan dukungan penuh terhadap instruksi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang memerintahkan jajarannya untuk memberantas peredaran narkoba. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk penyelamatan masa depan generasi penerus bangsa.
"Kita mendukung dan apresiasi. Dengan langkah yang diambil, langkah konkret karena memang pemberantasan narkotika itu bisa dilakukan asalkan pemimpinnya benar-benar tegas," kata Martin kepada wartawan, Minggu (11/10/2026).
Martin menilai ketegasan pucuk pimpinan Polri sangat krusial untuk membersihkan Indonesia dari bahaya narkotika. Ia juga menegaskan, penindakan harus berlaku adil termasuk kepada oknum aparat yang terlibat penyalahgunaan wewenang.
"Tegas ke luar, ke internal juga harus tegas. Ketegasan Kapolri itu dibutuhkan untuk upaya pembersihan narkoba dari Indonesia," ujar dia.
Ia memastikan Komisi III DPR berada di belakang kebijakan Kapolri tersebut. Martin menyebut Jenderal Suyudi telah merealisasikan komitmen yang pernah disampaikannya saat rapat dengan Komisi III.
"Jadi saya, Komisi III kami mendukung, mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Kapolri. Pemberantasan narkotika ini langkah penyelamatan generasi muda," kata Martin.
"Di saat bertemu dengan Komisi III DPR, dia sampaikan bahwa 'Kasih waktu saya satu, dua minggu ke depan saya akan bersihkan narkoba'. Nah, ternyata dia buat. Nah, saya apresiasi dengan langkah, komitmen beliau ini," sambungnya.
Sebelumnya, jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggelar operasi penggerebekan di beberapa daerah di Indonesia. Dalam operasi itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti.
Penggerebekan pada Jumat (9/10) itu melibatkan tim gabungan dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Ditnarkoba Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, dan Satpol PP. Operasi dipimpin oleh Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Siagian bersama Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso.
"Saat ini operasi kami lakukan di seluruh Indonesia. Serentak, arahan Presiden kepada Kapolri sudah jelas, kami maknai dan kami tidak akan tidur. Kami tidak akan tidur, masyarakat di hati kami. Kami akan berantas mata rantai narkoba," ujar Kristian di Kampung Ambon, Jakarta Barat, Jumat (9/10).
Kristian menyebut operasi tersebut menggandeng warga setempat. Ia berharap partisipasi masyarakat dapat membantu memutus rantai peredaran narkoba.
"Saat ini saya berada dengan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya berada di Kampung Ambon. Kami meminta kerja sama dengan masyarakat. Kami ingin bersama-sama masyarakat untuk melakukan pemberantasan mata rantai narkoba," jelasnya.
Di wilayah Jakarta, razia dipusatkan di dua titik rawan, yakni Kampung Ambon dan Kampung Boncos. Kombes Bismo Teguh Prakoso mengungkapkan pengerahan sekitar 700 personel gabungan dari Brimob, Dalmas, hingga jajaran narkoba Mabes Polri, Polda dan Polres serta TNI.
"Pada pagi hari tadi kami melaksanakan operasi secara simultan di dua titik, yaitu di Kampung Boncos dan juga di Kampung Ambon dengan kekuatan 700 personel, yaitu dari Brimob, Dalmas, dari Narkoba baik Polda, Mabes Polri, maupun Polres, kemudian dari TNI," kata Bismo.
Hasil dari dua lokasi tersebut, sebanyak 24 orang diamankan, dengan rincian 8 orang di Kampung Boncos dan 16 orang lainnya di Kampung Ambon. Saat ini seluruhnya masih dalam proses penyelidikan.
Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini
