Notification

×

Iklan

Iklan

Kepercayaan Publik ke Prabowo-Gibran Masih Tinggi, Poltracking Catat 64,8%

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:49 WIB Last Updated 2026-10-20T03:49:49Z
Presiden Prabowo Subianto | net

Kabar Center
Jakarta - Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di angka 64,8 persen. Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha dan dinilai sebagai modal untuk mendongkrak kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah.

Survei tersebut digelar pada periode 30 September hingga 7 Oktober 2026. Respondennya adalah warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih, yakni berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Poltracking menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden. Survei ini memiliki margin of error sekitar +/-2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, serta dilakukan melalui wawancara tatap muka.

Hanta menyebut angka kepercayaan publik cenderung stabil jika dibandingkan survei Agustus 2026 yang mencatat 63,2 persen. Di sisi lain, sebanyak 32,1 persen responden mengaku tidak percaya kepada pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran angkanya relatif lebih baik dibandingkan kepuasan, yaitu 64,8%. Angka ini modal penting bagi pemerintahan untuk memperbaiki tingkat kepuasan," sebut Hanta dalam konferensi pers, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, capaian kepercayaan yang masih di atas 50 persen merupakan hal positif dan bisa menjadi landasan bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan. Namun, ia mengingatkan agar angka tersebut tetap dijaga dan ditingkatkan.

"Ini jadi modal untuk ditingkatkan, kekuatan atau capaian positif karena tidak drop di angka 50%," imbuhnya.

Hanta menambahkan, stabilitas kepercayaan publik penting untuk dipertahankan, sambil terus mendorong peningkatan melalui kebijakan dan kinerja yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Dibanding survei sebelumnya, pada kepercayaan juga relatif stabil di Agustus 2026 63,2%. Kemudian sekarang stabil berada di 64,8%. Artinya stabil tapi harus dipertahankan pemerintah di saat yang sama harus ditingkatkan," katanya.

Dalam survei yang sama, Poltracking juga menggali persepsi publik soal arah kebijakan pemerintah. Hasilnya, 61,3 persen responden cukup percaya bahwa kebijakan pemerintah saat ini bertujuan untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat, sementara 33,1 persen menyatakan tidak percaya.

"Apakah kebijakan pemerintah saat ini pada dasarnya ditujukan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat, direspons positif, 61,3% mengatakan cukup percaya dengan pertanyaan. 33,1% tidak percaya," ujarnya.

Terkait keseriusan Prabowo-Gibran dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, sebanyak 62,1 persen responden menilai keduanya serius, sedangkan 33,1 persen menilai tidak serius.

"Sejauh mana keseriusan Prabowo-Gibran bekerja menyelesaikan persoalan masyarakat. Ini angkanya di 62,1% serius dan 33,1% menyatakan tidak serius," lanjut Hanta.

Sementara untuk kepemimpinan Prabowo dalam mengendalikan roda pemerintahan, 64,7 persen responden menilai posisi Prabowo kuat, dan 28,9 persen menilai tidak kuat.

"Posisi Prabowo dalam memimpin dan mengendalikan jalannya pemerintahan 64,7% kuat, 28,9% tidak kuat," pungkasnya.