Notification

×

Iklan

Iklan

Kabut Asap Karhutla di Sumsel Menebal, Jarak Pandang Menyempit

Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:58 WIB Last Updated 2026-10-22T03:58:20Z
Kabut asap menebal di Sumatera Selatan | net

Kabar Center
Palembang - Kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah Sumatera Selatan terpantau semakin pekat pada Kamis (22/10) pagi.
Seluruh ruas jalan di dalam kota diselimuti asap tebal, bahkan jarak pandang menjadi sangat terbatas. Situasi ini mengganggu aktivitas masyarakat sejak pagi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kepulan asap kian hari kian pekat. Kualitas udara pun memburuk dan masuk kategori tidak sehat, warga mengeluhkan mata perih, napas sesak, hingga batuk disertai flu.

"Semakin tebal, mengganggu aktivitas sehari-hari, mata perih sesak napas, seperti berada di atas awan, panas tebal, asap semua," ujar Hendra Basirin, warga Palembang mengutip CNN Indonesia, Kamis (22/10).

Masyarakat juga mempertanyakan sejauh mana efektivitas penanganan kabut asap dengan metode dry ice yang dilakukan pemerintah beberapa hari terakhir.

"Menurutnya, penggunaan dry ice hanya bertahan 1 hari setelah itu hilang lagi, ngabisi duit bae, dry ice bertahan cuma dua hari kabut masih ado lagi, ado lagi," kesalnya.

Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BRIN sebelumnya telah melakukan penaburan dry ice sebanyak 1.600 kg dan garam 800 kg pada 19 Oktober lalu untuk mengurai kabut asap sekaligus memicu hujan buatan.

Meski demikian, warga berharap Pemprov Sumatera Selatan bisa lebih serius dan bertanggung jawab dalam menangani karhutla yang sudah berlangsung selama dua bulan namun belum juga teratasi.

Sampai berita ini ditayangkan, BNPB menjelaskan penaburan dry ice merupakan bagian dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang tingkat keberhasilannya sangat dipengaruhi kondisi awan dan kecepatan angin yang saat ini masih stagnan di kisaran 5-10 km/jam.