Notification

×

Iklan

Iklan

Cara Menjaga Kesehatan di Tengah Kepungan Kabut Asap, Jangan Anggap Sepele

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:00 WIB Last Updated 2026-10-17T04:00:03Z
Penampakan kabut asap di Kabupaten Samosir

Kabar Center 
MEDAN - Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Jarak pandang terbatas, bau asap menyengat, dan mata perih menjadi keluhan sehari-hari. Di balik itu, kabut asap menyimpan bahaya serius bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Partikel halus sisa pembakaran hutan dan lahan bisa masuk jauh ke dalam paru-paru. Jika tidak diantisipasi, dampaknya bisa dari ISPA ringan hingga sesak napas berat. Berikut cara menjaga kesehatan saat kabut asap mengepung:

1. Gunakan Masker

Pakailah masker setiap kali keluar rumah, bahkan untuk jarak dekat. Ganti masker jika sudah kotor atau basah.

2. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Ini kuncinya. Hindari olahraga pagi, bersepeda, atau bermain di luar saat kualitas udara buruk. Jika Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di atas 100, lebih baik beraktivitas di dalam rumah. Untuk anak sekolah, ikuti arahan pemerintah jika ada kebijakan belajar dari rumah.

3. Jaga Udara di Dalam Rumah Tetap Bersih

Tutup rapat pintu dan jendela. Nyalakan penjernih udara (air purifier) jika ada. Jika tidak ada, bisa gunakan AC dengan mode sirkulasi dalam ruangan. Letakkan tanaman dalam rumah seperti lidah mertua atau sirih gading untuk membantu menyaring udara, meski efeknya terbatas. Jangan lupa pel lantai dengan kain basah setiap hari agar debu asap tidak menumpuk.

4. Perbanyak Air Putih dan Makanan Bergizi

Asap membuat tubuh dehidrasi dan tenggorokan kering. Minum air putih minimal 2 liter per hari. Perbanyak buah kaya vitamin C seperti jeruk, jambu, dan pepaya, serta sayuran hijau untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hindari gorengan dan rokok yang akan memperparah iritasi tenggorokan.

5. Jangan Lakukan Pembakaran Apapun

Stop membakar sampah, rumput, atau lahan. Satu pembakaran kecil di tengah kabut asap akan memperburuk kualitas udara di lingkungan sekitar. Ingatkan tetangga dan keluarga untuk tidak membakar apapun selama musim asap.

6. Kenali Gejala Bahaya

Segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala ini:
- Batuk terus-menerus lebih dari 3 hari
- Sesak napas, napas berbunyi (mengi)
- Nyeri dada
- Mata merah, perih dan berair berlebihan
- Pusing dan mual akibat menghirup asap

Jangan menunda. Bawa anak-anak, lansia, dan penderita asma untuk pemeriksaan lebih cepat.

7. Buat Pojok Aman di Rumah

Siapkan satu ruangan yang paling bersih dan tertutup rapat sebagai tempat berkumpul keluarga, terutama untuk bayi dan lansia. Pastikan ruangan itu memiliki ventilasi yang baik dan minim celah asap masuk.

Kabut asap tidak bisa kita lawan sendiri. Selain menjaga diri, kita juga harus menjaga lingkungan. Dengan disiplin memakai masker, mengurangi aktivitas luar, dan menjaga kebersihan udara dalam rumah, kita bisa meminimalkan risiko kesehatan sambil menunggu kualitas udara kembali normal.

Jika kondisi asap semakin pekat dan mengganggu pernapasan, jangan ragu untuk menghubungi puskesmas terdekat atau call center kesehatan di daerah Anda.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini