Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Landa Thailand, Warga Cemas Kemunculan Ular hingga Buaya Raksasa

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:00 WIB Last Updated 2026-10-03T12:00:43Z
Banjir di Thailand | net

Kabar Center

Jakarta - Banjir yang merendam beberapa daerah di Thailand tidak hanya melumpuhkan aktivitas penduduk, tapi juga memunculkan bahaya dari hewan liar. Sejumlah reptil seperti ular hingga buaya berukuran besar muncul di area permukiman yang tergenang.

Di Distrik Sanam Chai Khet, Provinsi Chachoengsao, seekor buaya dengan panjang sekitar dua meter ditemukan berkeliaran di sekitar rumah warga pada Kamis (1/10). Karena dianggap mengancam keselamatan, buaya itu kemudian ditembak mati oleh petugas.

Keberadaan reptil tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga Desa Ban Bang Phaniang 2, Kecamatan Khu Yai Mi, saat banjir semakin meluas di kawasan itu.

Penanganan buaya tersebut diungkap Anggota Dewan Provinsi Udon Thepwatee lewat unggahan di Facebook. Ia menyebut operasi penangkapan itu melibatkan personel dari Kantor Polisi Sanam Chai Khet.

"Buaya itu sudah ditembak mati. Terima kasih kepada petugas kepolisian Sanam Chai Khet," tulis Udon, seperti dikutip Bangkok Post.

Sebelumnya, otoritas setempat telah mengimbau warga agar tidak bermain di genangan banjir, memancing, maupun mendekati saluran irigasi serta wilayah yang terendam.

Imbauan itu diberikan lantaran naiknya debit air berpotensi membuat reptil dan satwa air lain keluar dari habitatnya dan masuk ke permukiman.

Ancaman serupa juga terjadi di Bangkok. Curah hujan yang mencapai lebih dari 300 milimeter dalam 48 jam menyebabkan banjir besar di ibu kota. Sejumlah foto dan video yang memperlihatkan ular berenang di genangan hingga melintas di jalanan pun viral di media sosial.

Banjir juga berdampak pada hewan lain. Sebanyak 10 ekor rusa babi berhasil diselamatkan, sedangkan beberapa lainnya ditemukan mati di Siam Amazing Park.

Di daerah lain, empat ekor buaya sepanjang sekitar dua meter dilaporkan kabur dari sebuah peternakan setelah air banjir meninggi. Selain itu, banjir turut memperlihatkan seekor buaya raksasa yang berada di sebuah kuil di Provinsi Prachinburi.

Pada Minggu (27/9), Kepala Distrik Si Maha Phot, Juthamas Buaphuean, mendapat permohonan bantuan dari pengelola Wat Pho Thong untuk mengevakuasi buaya yang kandangnya terendam.

The Straits Times melaporkan Juthamas kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Perikanan, relawan penyelamat dari Yayasan Ruamkatanyu, serta warga setempat untuk melakukan pemindahan.

Petugas mengikat rahang dan kaki buaya menggunakan tali sebelum memindahkannya ke jalan. Mereka kemudian menggunakan derek yang terpasang pada truk untuk mengangkat hewan tersebut ke kendaraan pengangkut.

Buaya bernama Nuea Thong itu berusia 27 tahun, memiliki panjang lebih dari empat meter, dan berat lebih dari 400 kilogram.

Genangan di sekitar kandangnya telah mencapai ketinggian sekitar 1,3 meter. Petugas kemudian memindahkan Nuea Thong ke penampungan sementara di distrik lain yang berjarak sekitar 20 kilometer dari kuil. Area tersebut belum terendam banjir.

Proses evakuasi itu membuat kepala biara, warga sekitar, dan petugas merasa lega. Mereka sebelumnya cemas buaya tersebut kabur dari kandang dan masuk ke Sungai Prachin Buri apabila air terus meninggi.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah Thailand juga berupaya menekan dampak banjir terhadap kegiatan warga.

Sejumlah sekolah diliburkan dan masyarakat diimbau untuk bekerja dari rumah. Imbauan tersebut membuat ruas jalan dan transportasi umum di Bangkok tampak lebih lengang pada Senin pagi.

Juru bicara pemerintah Thailand, Ekkapob Pianpises, mengatakan sejumlah wilayah di Bangkok masih menghadapi genangan air yang tinggi.

"Beberapa wilayah di Bangkok masih menghadapi permukaan air yang tinggi," katanya, seperti dilaporkan Gulf News.

Meski begitu, sistem drainase telah membantu menurunkan genangan sehingga aktivitas warga mulai kembali normal.

Thailand memang sedang berada di puncak musim hujan pada September. Namun, sejumlah warga menilai curah hujan dan banjir pada tahun ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini