Notification

×

Iklan

Iklan

Rico Waas Ajak Pelaku UMKM Berani Naik Kelas

Minggu, 27 September 2026 | 20:39 WIB Last Updated 2026-09-27T13:39:15Z

Kabar Center - Medan 
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak para pelaku UMKM lokal untuk tidak hanya sekadar bertahan, melainkan berani naik kelas dengan memperkuat pengelolaan kualitas produk, hingga pemasaran digital.
 
Ajakan tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri acara Learning Event Program Financial Inclusion for Women Entrepreneur, yang berlangsung di Grand Ballroom Universitas Prima Indonesia, Minggu (27/9/2026). 
 
Di hadapan ratusan srikandi ekonomi tersebut, Wali Kota Medan menggarisbawahi bahwa beberapa poin penting agar UMKM Medan mampu menembus pasar yang lebih luas. diantaranya, kualitas rasa dan tampilan visual yang memikat. Menurut Rico Waas produk-produk UMKM dari 21 Kecamatan di Kota Medan memiliki rasa yang sudah teruji enak dan dapat bersaing. Namun baginya itu saja tidak cukup, ia mengingatkan pentingnya estetika kemasan.​
 
"Orang jualan itu kadang-kadang kelihatan visualnya dulu. Orang tertarik dan berkeinginan membeli diawali dari visualnya," ujar Rico sembari memamerkan contoh produk sumpia UMKM yang kini tampil ciamik di Mal Pelayanan Publik (MPP).
 
Lalu selanjutnya menjaga konsistensi dan kelancaran produksi. Artinya, sebelum membidik pasar internasional atau skala nasional, kestabilan produksi di tingkat lokal harus ditata rapat-rapat. 
 
"Pemahaman permodalan, penetapan target pasar, dan karakter produk yang kreatif menjadi kunci utama agar UMKM memiliki niche market sendiri," sambungnya.
 
Tak hanya itu saja, Rico Waas juga mendorong para pelaku UMKM lokal untuk bergerak aktif menjemput bola perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga Sertifikasi Halal. Untuk itu, dirinya memerintahkan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan untuk bertindak aktif mendata pelaku usaha yang belum mengantongi PIRT, BPOM, NIB, maupun Sertifikasi Halal. 
 
"Pendampingan harus dilakukan secara personal karena tiap UMKM memiliki dinamika masalah yang berbeda," tegasnya.
 
Dan langkah yang terakhir, bilang Rico Waas optimalkan Smartphone dan Media Sosial. Rico Waas mendorong para pengusaha perempuan untuk mengubah ponsel pintar di genggaman menjadi mesin pencetak omzet melalui pemanfaatan WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga TikTok.
 
​Menutup pengarahannya, Rico Waas memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para perempuan tangguh yang menjadi tulang punggung perekonomian keluarga. 
 
"Saya berharap melalui pelatihan ini menjadi pijakan nyata agar produk-produk UMKM Kota Medan semakin diminati, laris manis, dan mampu bersaing di papan atas," harapnya.
 
Acara yang diselenggarakan oleh DBS Foundation dan Mercy Corps Indonesia ini menargetkan pelatihan bagi 6.000 pelaku UMKM di Medan.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini