Notification

×

Iklan

Iklan

NTT Dilanda Gempa M 7, 2 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:39 WIB Last Updated 2026-08-15T02:39:38Z
Ilustrasi Seismograf 

Kabar Center

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang dilaporkan meninggal dunia.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, membenarkan adanya korban jiwa dalam kejadian itu.

"Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka. Dua korban meninggal dunia terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan," kata Berton, Sabtu (15/8/2026).

Berton menjelaskan, data awal itu diperoleh dari laporan pendahuluan Kodim Sikka. Dampak gempa tercatat paling terasa di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.

Saat ini, pendataan jumlah korban masih terus dilakukan. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri masih berada di lokasi untuk proses evakuasi.

BNPB bersama BPBD Kabupaten Sikka juga terus menjalin koordinasi dengan pihak terkait guna menangani para korban dan memastikan kondisi warga di sekitar lokasi terdampak aman.

Guncangan Terasa Kuat Hingga Satu Menit

Di pusat gempa, Kabupaten Nagekeo, guncangan dirasakan sangat kuat. Warga yang panik langsung berhamburan keluar rumah karena getaran berlangsung sekitar satu menit.

Merespon adanya peringatan dini tsunami, BPBD Kabupaten Nagekeo bergerak cepat berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengevakuasi warga yang tinggal di pesisir.

Dampak serupa juga terjadi di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai Barat. Gempa kuat yang berlangsung sekitar semenit membuat sebagian besar masyarakat keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

"BPBD di kedua wilayah tersebut melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan mengarahkan evakuasi masyarakat yang berada di kawasan pesisir," katanya.

Getaran Sampai ke NTB dan Sulsel

Tidak hanya di NTT, getaran gempa juga menjalar hingga ke luar daerah. Guncangan dirasakan di Kota Bima, NTB, serta beberapa kabupaten di Sulsel seperti Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.

"Masyarakat di beberapa wilayah tersebut turut merasakan guncangan dan sebagian berhamburan keluar rumah," ucapnya.

Gempa utama terjadi pagi tadi pada pukul 04.58.24 WIB. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 15 kilometer, tepatnya sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Setelah gempa utama, rentetan gempa susulan terjadi. Tercatat gempa Magnitudo 6,2 pada pukul 05.13.53 WIB, kembali M 6,2 pada pukul 05.28.40 WIB, lalu M 5,6 pada pukul 05.37.19 WIB, dan juga M 5,5. Untuk sementara, gempa-gempa susulan itu dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

BNPB menyampaikan pendataan dampak masih terus diperbarui. Hal itu mencakup korban jiwa, luka-luka, kerusakan bangunan, hingga dampak lainnya, yang akan diinformasikan setelah ada verifikasi resmi dari petugas lapangan.

Masyarakat, terutama yang berada di pesisir, diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah dan informasi resmi dari BMKG, serta menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa demi keselamatan.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini