Notification

×

Iklan

Iklan

AWS Hadir Perkuat Pertanian Modern Di Dairi

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:30 WIB Last Updated 2026-07-30T04:30:42Z

Kabar Center - Dairi
Untuk memperkuat upaya modernisasi sektor pertanian dan mitigasi bencana, Automatic Weather Station (AWS) hadir di Kabupaten Dairi. Kehadiran itu diharapkan dapat mengubah pola bertani yang selama ini masih mengandalkan intuisi menjadi berbasis data dan teknologi.

Kehadiran mereka disambut baik oleh Pemkab Dairi. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab Dairi melakukan penandatanganan kerjasama di Kantor Bappeda dan BPBD Dairi, Rabu (29/7/2026), serta disaksikan Sekretaris Daerah, Surung Charles Bantjin. 

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Dr. Hendro Nugroho, ST, M.Si., menegaskan bahwa pengambilan keputusan yang tepat harus didasarkan pada data yang akurat. Melalui AWS, data cuaca yang diperoleh dari lapangan akan divalidasi BMKG sebelum disebarluaskan kepada pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga para petani sebagai dasar dalam menentukan langkah yang tepat.

Menurutnya, kehadiran AWS diharapkan mampu mengubah pola bertani yang selama ini masih mengandalkan intuisi menjadi berbasis data dan teknologi. Selain mendukung produktivitas pertanian, AWS juga berperan penting dalam memperkuat sistem peringatan dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Sementara itu, Director of Agriculture, Entrepreneurship and Financial Inclusion Mercy Corps Indonesia, Andi Ikhwan, mengatakan hibah AWS merupakan bagian dari Program ROOTS yang telah berjalan sejak tahun lalu. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak hingga terwujudnya kerja sama tersebut.

"Kami akan terus menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Program Betani yang saat ini dilaksanakan di tiga desa di Kecamatan Sumbul dan Parbuluan," ujarnya.

Sekretaris Daerah Dairi, Surung Charles Bantjin, menyambut baik hadirnya AWS sebagai instrumen penting dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Ia mengungkapkan, dalam satu dekade terakhir banyak petani di Dairi beralih dari komoditas jeruk ke kopi akibat serangan hama lalat buah yang berdampak besar terhadap produksi jeruk.

Menurutnya, kondisi tersebut sekaligus membuka peluang untuk mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang sebagai komoditas unggulan daerah. Karena itu, pemerintah berharap keberadaan AWS dapat dimanfaatkan secara optimal oleh perangkat daerah, khususnya untuk mendukung pengambilan kebijakan di sektor pertanian melalui pemanfaatan data cuaca yang akurat.

"Kami berharap program ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut dan dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Dairi sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, khususnya para petani," kata Charles.

Melalui sinergi antara pemerintah, BMKG, dan Mercy Corps Indonesia, Pemkab Dairi optimistis pemanfaatan teknologi AWS akan mendorong pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini