Notification

×

Iklan

Iklan

Ir Edison Sinaga Dinilai Calon Pemimpin Ideal Samosir

Minggu, 09 Juni 2024 | 10:17 WIB Last Updated 2024-06-09T03:17:07Z
Ir. Edison Sinaga

Kabar Center

Jakarta, namanya yang selalu dinilai mampu ‘mengalahkan’ petahana, tidak lalu membuat Ir. Edison Sinaga menjadi jumawa. Sikap obyektif dan harus punya dasar argumentasi adalah yang selalu terlihat atas setiap hal yang dilakukan. Termasuk dalam hal Paslon (pasangan calon) parhobas Kabupaten Samosir 2024-2029.

“Paslon ideal Parhobas Samosir 2024-2029 harus kombinasi swasta dengan birokrat. Kalau paslonnya antara swasta dengan swasta atau birokrat dengan borokrat, dikhawatirkan akan terjadi ketimpangan dari sisi kebijakan,” ujarnya beberapa waktu yang lalu saat diminta waktunya untuk memberi pandangannya terhadap paslon Bupati Samosir 2024-2029.

Adanya pendapat seperti itu, bukanlah tanpa alasan. Atau adanya pendapat seperti hal itu dia katakan atas dasar kondisi obyektif Samosir saat ini. Dalam pandangannya, Edison Sinaga menyoroti mengenai penempatan pejabat yang kurang tepat, yang berdampak kepada kondisifitas kinerja.

“Dengan penempatan pejabat yang tidak tepat itu, langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi moral hazard dari ASN. Nah, kalau demikian halnya, output dan outcome pun tidak akan menjadi optimal,” ujarnya menyampaikan pandangannya.

Logikanya, bahwa apa yang dikatakan Ir. Edison Sinaga yang saat ini bergerak dalam jaringan bisnis mancanegara, idealnya memang harus demikian, yaitu urusan teknis operasional pemerintahan harus ditangani oleh pimpinan yang berlalatar belakang yang sama. Karena soal teknis operasional tidak akan lebih baik hasilnya bila ditangani oleh pimpinan yang punya latar belakang yang lain.

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa Ir. Edison Sinaga tidak jumawa terhadap adanya penilaian bahwa dirinya ‘mampu’ mengalahkan petahana. Dan disebut pula sebagai Pemimpin Ideal Samosir. 

Tidak dipungkirinya bahwa sikap seperti itu lahir dari sebuah proses pergaulan pada sebuah lingkungan yang selanjutnya hal itu menjadi bagian nilai hidup. Atas hal itu, sebuah nilai yang mengantarkan seseorang berpandangan bahwa antara proses dan hasil harus memiliki nilai-nilai kemaslahatan yang seimbang. Sebuah pandangan yang mengedepankan meritokratif.

“Sebuah proses harus dilakukan dengan prinsip meritokrasi. Tanpa itu, output dan outcome tidak akan memberikan kasil yang optimal. Dalam konsep tata kelola pemerintahan, pada tahapan inilah terlihat adanya pembangunan yang membawa maslahat,” ungkap Edison.

Walau dia tidak menjawab secara eksplisit siapa nama Paslon Ideal pada Pilkada Samosir 2024-2029, Ir. Edison Sinaga sangat yakin paslon itu akan tetap menjadi pegangannya. Apalagi salah satu persoalan pelik dan mendasar Kabupaten Samosir saat ini adalah soal postur APBD yang yang tidak pro-rakyat. 

Dari catatan wartawan, apa yang dikatakan Ketua Umum PPTSB Indonesia ini, terlihat dominannya alokasi anggaran untuk Biaya Opersaional Kabupaten yang tiga tahun terakhir ada pada angka 65%.

“Masih dominanya anggaran untuk Biaya Operasi, berarti alokasi anggaran untuk publik lebih kecil. Dengan data ini, berarti rakyat belum menjadi target utama dalam proses penyelenggaran pererintahan. Maka agar APBD Samosir ke depan berorientasi pro-rakyat, biaya operasional kabupaten harus di bawah Belanja Publik. Dan untuk itu harus dipimpin antara kombinasi yang berlatar belakang Swasta dan Birokrat," pungkasnya. (HS)

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini