Notification

×

Iklan

Iklan

Peneliti Sebut AI Berbahaya Bagi Lingkungan

Minggu, 15 Oktober 2023 | 18:53 WIB Last Updated 2023-10-15T11:53:07Z
Ilustrasi | getty

Kabar Center

Baru baru ini sebuah penelitian mengungkap Artificial intelligence (AI) berdampak negatif atau berbahaya bagi lingkungan.

Riset yang ditulis oleh Alex de Vries, kandidat PhD di VU Amsterdam School of Business and Economics, menyebut, kebutuhan energi industri AI sangat lah besar hingga dapat menyebabkan dampak lingkungan yang signifikan. 

Tak tanggung-tanggung kebutuhan energinya dalam waktu dekat diprediksi bakal menyamai kebutuhan energi di negara kecil, yang dapat menyebabkan dampak lingkungan yang lebih buruk dari perkiraan sebelumnya.

“Mengingat perkiraan produksi dalam beberapa tahun mendatang, pada tahun 2027 perangkat AI yang baru diproduksi akan bertanggung jawab atas konsumsi listrik yang sama besarnya dengan negara asal saya, Belanda,” ujar de Vries dikutip dari Gizmodo, Minggu (15/10/2023). 

"Ini juga berada pada kisaran yang sama dengan konsumsi listrik di negara-negara seperti Swedia atau Argentina," de Vries menambahkan. 

Kendati tingkat konsumsi listrik di industri teknologi relatif stabil selama bertahun-tahun, De Vries mengatakan munculnya perang chatbot AI antara raksasa teknologi seperti Microsoft, Google, dan OpenAI, mungkin telah melahirkan era baru.

Penelitian De Vries secara khusus mengamati konsumsi listrik di sektor AI yang diterapkan pada sesuatu yang disebut “fase inferensi” produksi AI. Menurutnya, fase konsumsi energi ini bisa sangat besar dan, terkadang, menyumbang sebagian besar energi yang dikeluarkan selama siklus hidup AI.

Karena potensi peningkatan kebutuhan energi AI dalam beberapa tahun ke depan, para pengembang diharapkan dapat berfokus tidak hanya pada optimalisasi AI, tapi juga mempertimbangkan secara kritis perlunya penggunaan AI.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini