Notification

×

Iklan

Iklan

Biden Ragukan Jumlah Korban Tewas di Gaza, Ini Respons Hamas

Jumat, 27 Oktober 2023 | 20:49 WIB Last Updated 2023-10-27T13:49:42Z

Kabar Center

Hamas memberikan respons atas keraguan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengenai jumlah korban tewas di Gaza akibat serangan Israel. 

Kelompok militan Hamas kemudian merilis nama-nama korban beserta identitasnya.

Dilansir AFP, Jumat (27/10/2023), Hamas mengatakan sejauh ini sebanyak 7.028 orang tewas di Gaza. Korban tewas itu sejak perang pecah usai serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober. Sementara menurut Israel, mereka menyebut sebanyak 1.400 orang tewas, sebagian besar warga sipil Israel.

Hamas pada Kamis (26/10) waktu setempat membuat daftar 6.747 nama, yang dirilis oleh kementerian kesehatannya. Hamas juga memberikan jenis kelamin, usia dan nomor kartu identitas masing-masing korban. Disebutkan terdapat 281 jenazah belum diidentifikasi.

Kementerian Kesehatan Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Amerika Serikat "dengan berani meragukan kebenaran jumlah korban yang diumumkan".

"Kami telah memutuskan untuk mengumumkan rincian nama-nama tersebut ke seluruh dunia sehingga kebenaran tentang genosida yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap rakyat kami diketahui," kata kementerian.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengaku tidak yakin dengan data koran tewas di Gaza yang dikeluarkan oleh Hamas. Biden mengatakan orang-orang berdosa terbunuh adalah harga dari perang yang terjadi.

"Saya tidak menganggap orang-orang Palestina mengatakan kebenaran tentang berapa banyak orang yang terbunuh. Saya yakin orang-orang tak berdosa telah terbunuh, dan ini adalah harga dari perang yang terjadi," ujarnya, dikutip kantor berita AFP, Kamis (26/10).

"Tetapi saya tidak yakin dengan angka yang digunakan oleh orang-orang Palestina," imbuh Biden dalam konferensi pers.

Sementara itu, media AS melaporkan bahwa Biden telah mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menunda invasi darat ke Gaza selagi Hamas masih menyandera, namun Biden membantahnya.

"Apa yang saya tunjukkan kepadanya (Netanyahu) adalah jika memungkinkan untuk mengeluarkan orang-orang ini dengan selamat, itulah yang harus dia lakukan. Itu keputusan mereka," kata Biden.

"Tapi saya tidak menuntut itu. Saya sampaikan padanya, kalau itu nyata, itu harus dilakukan."

Selama konferensi pers, Biden menuduh Hamas "bersembunyi di belakang" warga sipil Palestina, ketika Israel membombardir wilayah tersebut. Namun, Biden juga mengatakan Israel harus mengikuti "hukum perang."

"Israel harus menggunakan semua kemampuannya, meskipun sulit, untuk melindungi warga sipil yang tidak bersalah. Itu sulit," katanya.

Biden juga menyerukan segera diakhirinya serangan para pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

"Itu menyiramkan bensin ke api," katanya. "Mereka menyerang warga Palestina di tempat yang menjadi hak mereka, dan, hal ini harus dihentikan sekarang," pungkasnya. (dtc/kc6)

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini