Notification

×

Iklan

Iklan

Pandeglang Krisis Air Bersih, PMII Komisariat Syekh Manshur Desak Bupati Segera Turun Tangan

Kamis, 14 September 2023 | 20:11 WIB Last Updated 2023-09-14T13:11:29Z

Kabar Center

Pandeglang - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Syekh Manshur layangkan surat terbuka kepada Bupati Pandeglang untuk segera keluarkan dan tetapkan (SK) Darurat Bencana Kekeringan.

Hal ini berdasar atas kajian Pemerintah Kabupaten Pandeglang terkait Penetapan Darurat Bencana Kekeringan yang melanda 16 dari 35 Kecamatan yang mengalami krisis Air Bersih seperti yang terjadi di Kecamatan Patia, Sukaresmi, Sobang, Cikeusik, Karang Tanjung, Cadasari, Panimbang, Mekar Jaya, Angsana, Banjar, Sindangresmi, Picung, Pagelaran, Cibitung, Bojong, dan Kecamatan Saketi .

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang yang sekaligus menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Ali Fahmi Sumanta mengatakan bahwa pihaknya baru akan melakukan pembahasan mengenai bencana kekeringan yang melanda hampir di semua wilayah di Pandeglang, karena mekanisme akhirnya melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.

Sementara, Ketua Komisariat PMII Syekh Manshur Yolan Ahmad Muzaki dengan merujuk pada Undang-Undang nomor 24 Tahun 2007, dirinya atas nama PMII Komsat Syekh Manshur akan mendesak Pemkab untuk segera menangani Krisis Air Bersih ini.

"Tentu ada dua Indikator diantaranya, gangguan penghidupan adalah suatu kondisi kerusakan baik sarana dan prasarana, kerusakan lingkungan, kerugian dan dampak psikologi, artinya akibat dari kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah di Kabupaten Pandeglang, dan kami dari PMII Komsat Syekh Manshur dengan ini melayangkan surat terbuka kepada Bupati Pandeglang untuk segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Pandeglang Tentang Bencana Darurat krisis kekeringan yang telah berdampak terhadap perekonomian masyarakat yang notabene adalah petani, pelaku UMKM kecil yang sebagian besar membutuhkan pasokan air bersih untuk Meningkatkan roda perekonomian," katanya kepada wartawan Kamis (14/9/23).

Masyarakat berharap agar Bupati Pandeglang segera menetapkan Kabupaten Pandeglang melalui Surat Keputusan (SK) Bupati untuk status Bencana Darurat Kekeringan, hal ini tentu jika dilakukan bisa menggunakan Anggaran Tidak Terduga melalui APBD Pandeglang Untuk memaksimalkan pasokan air bersih. Membuat sumur bor, pembuatan waduk buatan di beberapa lokasi terdampak misalnya dan melakukan sosialisasi untuk penghematan air.

Elemen Mahasiswa pemuda dan organisasi-organisasi sosial tentunya telah membantu sedikit banyaknya akan dampak Kekeringan Air Bersih akibat kemarau, dengan terlibat untuk membagikan pasokan air bersih akan tetapi hal demikian bukan solusi kongkrit hanya stimulus dan empati sosial akan persoalan yang melanda Kabupaten Pandeglang terhadap krisis air bersih akibat kemarau yang melanda dari hampir 1 bulan lebih kebelakang.

"kami berharap tentu semua Elemen Pemuda, mahasiswa dan Organisasi Sosial sama-sama Mendorong Bupati Segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Pandeglang Tentang Penetapan Status Darurat Kekeringan, agar Masyarakat Bisa Sangat Terbantu Terhadap Dampak Dari kemarau dan Krisis air bersih, yang tentu hal ini bisa Bermanfaat Terus untuk Masyarakat kedepannya," ujarnya.

"Saya juga berharap kepada Masyarakat Terdampak Kekeringan Agar Sebisa mungkin untuk berhemat dalam menggunakan Air Bersih dan digunakan sebagaimana mestinya dan berdoa agar Dampak Kekeringan ini bisa segera Berlalu," pungkas Ketua Komisariat Syekh Manshur. (Mlwt/Am)

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini