Notification

×

Iklan

Iklan

BMKG: Panas di Jogja Tidak Berkaitan dengan Aktivitas Merapi

Kamis, 16 Maret 2023 | 10:41 WIB Last Updated 2023-03-16T03:41:56Z
Peringatan dini cuaca wilayah D.I.Y (Daerah Istimewa Yogyakarta) | foto: instagram/infombkgyia

Kabar Center

Pengamatan wartawan beberapa hari terakhir DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) dilanda panas yang sangat menyengat.

Banyak yang mengaitkan bahwa panas yang dirasakan warga DIY ini berkaitan dengan aktivitas Gunung Merapi.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, hal itu tidak benar. 

Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA, Romadi, menerangkan bahwa cuaca panas tersebut disebabkan oleh kelembaban udara yang sangat rendah di lapisan 700 milibar sampai dengan 500 milibar, sehingga sinar matahari langsung menembus permukaan bumi.

"Cuaca terik dipengaruhi oleh kelembaban perlapisan 700 milibar sampai dengan 500 milibar. Ini sangat kering hingga mencapai 30 persen, sehingga sinar Matahari langsung menembus permukaan Bumi. Sampai di permukaan Bumi, sinar Matahari kembali dipantulkan kembali ke atmosfer," terang Romadi. Dilansir dari Instagram resmi Humas DIY @humasjogja, Senin (13/3/2023).

Romadi juga menambahkan bahwa meskipun guguran awan panas dari Gunung Merapi bisa mencapai ketinggian 7 km, namun karena tinggi Gunung Merapi yang mencapai 2.900 mdpl, awan panas tersebut terbawa angin kencang dan berubah menjadi debu vulkanik yang tidak berdampak signifikan terhadap suhu di DIY.

Kepala BMKG DIY, Agus Riyanto, mengimbau kepada masyarakat DIY untuk tetap waspada terhadap cuaca panas yang berlangsung beberapa hari terakhir ini. 

Ia menyarankan agar masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan pada jam-jam yang terlalu terik dan memperbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.

Masyarakat DIY tidak salah paham terkait dengan cuaca panas yang sedang terjadi dan bisa mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri. (Rivan)