Notification

×

Iklan

Iklan

Anies Klaim Selama Kepemimpinannya Jakarta tidak Ada Ketegangan Antar Kelompok

Kamis, 23 Februari 2023 | 17:19 WIB Last Updated 2023-02-23T10:19:01Z
Anies Baswedan saat deklarasi capres di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/203). (Foto: Dokumentasi PKS)

Kabar Center

Calon Presiden Deklarasi dari Partai NasDem dan PKS, Anies Baswedan, menyatakan bahwa selama lima tahun kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, tidak pernah terjadi ketegangan antar kelompok masyarakat di sana. Menurutnya, yang terjadi justru adalah rasa saling menghormati dan toleransi yang dirasakan oleh warga Jakarta.

"Yang muncul perasaan saling menghormati antar unsur di Jakarta. Lima tahun yang tenang teduh dan damai, bukan lima tahun yang ada ketegangan, bukan lima tahun yang ada suasana tidak nyaman," ujar Anies saat menyampaikan pidato di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (23/2).

Anies menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya di Kantor DPP PKS di Jakarta pada hari Kamis, 23 Februari. Ia menambahkan bahwa Jakarta yang ia pimpin selama lima tahun tersebut merupakan sebuah kota yang tenang, damai, aman, tenteram, dan penuh toleransi di antara seluruh warganya.

"Yang terjadi adalah Jakarta yang tenang, teduh aman damai, tenteram dan penuh saling toleransi di seluruh warganya," unggkap Anies.

Selain itu, Anies mengungkapkan bahwa ia dan PKS telah menjalin hubungan selama tujuh tahun belakangan ini. Selama menjabat sebagai Gubernur, PKS selalu mendukung dan mengawalnya. Anies mengatakan bahwa mereka berikhtiar untuk membawa perubahan dan kebahagiaan ke Jakarta, meskipun dihadapi dengan berbagai tantangan, termasuk pandemi.

"Ikhtiar kita untuk membawa perubahan, ikhtiar kita untuk bisa menghadirkan kebahagiaan juga mengalami cobaan bahkan di masa-masa itu ada pandemi dan berbagai macam tantangan lainnya. Alhamdulillah bersama PKS kita sama-sama jaga," tegas Anies.

Anies merasa bersyukur bahwa PKS kembali mengusungnya untuk maju dalam Pilpres 2024. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan babak baru dalam perjuangan mereka untuk mewujudkan keadilan, ketentraman, dan persatuan di Indonesia.

"Bahwa kita telah sampai di sebuah pelabuhan kemarin, tujuan menghadirkan keadilan ketentraman keadilan persatuan di Jakarta telah tuntas dan kini kita memulai babak baru," kata dia.