Terkepung, Pemimpin ISIS Tewas Ledakkan Diri

G.M
Jumat, 02 Desember 2022, 11:18 WIB Last Updated 2022-12-02T04:18:50Z

Ledakan | Ilustrasi


Juru bicara ISIS mengatakan, Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi pemimpin ISIS tewas dalam pertempuran di Suriah.

Dilansir kantor berita Reuters dan Channel News Asia, Jumat (2/12/2022), menurut para petempur yang terlibat dalam pertempuran di Suriah, pemimpin ISIS itu tewas usai meledakkan dirinya saat dia dan para pengikutnya dikepung oleh para petempur lokal di kota Jasem, provinsi Deraa, Suriah barat laut.

Militer Amerika Serikat mengatakan pada Rabu (30/11) bahwa Hashimi tewas pada pertengahan Oktober lalu di Suriah. Menurut militer AS, dia tewas dalam operasi yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di provinsi Deraa.

Provinsi itu saat ini berada di bawah kendali tentara Suriah menyusul perjanjian rekonsiliasi yang ditengahi Rusia pada 2018, yang mengembalikan kendali Suriah selatan ke Damaskus.

Menurut sumber-sumber yang terdiri dari petempur FSA, kerabat petempur yang tewas serta warga Jasem, Hashimi dan para pengikutnya ditemukan di tempat persembunyian rahasia di sebuah rumah.

"Pemimpin dan rekan-rekannya meledakkan diri dengan sabuk bunuh diri setelah para petempur kami berhasil menyerbu tempat persembunyian mereka," kata Salem al Horani, warga Jasem dan mantan petempur yang ikut serta dalam pengepungan tiga rumah tempat ditemukannya sel ISIS.

FSA telah menerima dukungan dari negara-negara Barat dan Teluk sampai mereka menarik dukungan pada tahun 2018. Namun, para petempurnya tetap berada di wilayah tersebut setelah kesepakatan rekonsiliasi di mana mereka menyerahkan senjata berat tetapi diizinkan untuk menyimpan senjata ringan.

Sebelumnya, seperti dilansir AFP, Rabu (30/11), juru bicara ISIS mengungkapkan bahwa Hashimi yang merupakan warga Irak tewas dalam pertempuran dengan musuh Tuhan. Tidak dijelaskan lebih jauh kapan Hashimi tewas. Kelompok militan itu kemudian menunjuk Abu al-Husayn al-Husayni al-Qurashi sebagai pengganti Hashimi.

Hashimi tewas menyusul kematian dua pemimpin ISIS sebelumnya. Hashimi baru saja ditunjuk sebagai pemimpin baru ISIS pada Maret 2022 lalu setelah kematian Abu Ibrahim al-Qurashi. Kala itu, Ibrahim tewas meledakkan diri pada awal Februari lalu saat diserbu tentara Amerika Serikat (AS) provinsi Idlib, barat laut Suriah, sebuah daerah yang dikendalikan oleh para jihadis saingannya.

Menurut Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan sejumlah pejabat AS, saat pasukan khusus AS mendekati persembunyian Ibrahim di Suriah pada Kamis (3/2) dini hari waktu setempat, dia memicu sebuah ledakan yang menewaskan dirinya dan anggota keluarganya sendiri, termasuk anak-anak.

Ibrahim adalah pemimpin ISIS kedua yang terbunuh sejak pendiri dan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi tewas di Idlib, Suriah dalam operasi khusus militer Amerika Serikat pada 2019. Baghdadi pada saat itu juga dilaporkan meledakkan diri saat digerebek militer AS di Suriah.

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+