Soal Capres dari KIB, Airlangga Hartarto: Harus Kader Parpol

JM
Sabtu, 22 Oktober 2022, 15:47 WIB Last Updated 2022-10-22T08:48:20Z

Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama Presiden Joko Widodo

KABARCENTER.com

Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai percuma hidup dalam partai politik (parpol) jika tak mengusung kader partai itu sendiri.

Melansir KOMPAS.com, Sabtu (22/10), Airlangga mengatakan, calon presiden (capres) yang bakal diusung Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) harus menjadi kader parpol dalam koalisi tersebut.

Menurutnya, untuk masuk di KIB agar memiliki KTA terlebih dahulu. "Buat apa berpartai, partai itu ada KTA (kartu tanda anggota)," katanya.

“Kaya masuk club house, harus masuk dalam member. Harus ada bayarannya, enggak ada yang gratis. Bukan panjer, harus ada political capital,” lanjutnya.

Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menurutnya mewajibkan presiden dan wakil presiden mesti didukung oleh parpol. Untuk itu capres yang bakal diusung KIB harus dari kader parpol.

Di sisi lain, Airlangga mengaku bakal terus melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penentuan capres.

Bahkan, Airlangga mengklaim Jokowi sudah tahu kandidat capres yang bakal diusung oleh KIB.

“Kita pasti akan berkonsultasi dengan Pak Presiden. (Kandidat capres KIB) Presiden sudah tahu,” ujarnya.

Meski demikian, Airlangga mengungkapkan, KIB belum membahas opsi mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres.

“Kita belum bahas di internal kita,” katanya.

Seperti diketahui, Ganjar Pranowo telah menyampaikan kesiapannya jika mendapatkan kesempatan untuk menjadi capres.

Ganjar menjadi figur capres yang diusulkan oleh para kader daerah dua parpol KIB selain Partai Golkar, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sementara Partai Golkar masih terus berupaya untuk mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+