Launching, Pasar Tradisional Pangururan Terapkan Pembayaran Berbasis QRIS

JM
Kamis, 16 Desember 2021, 09:31 WIB Last Updated 2022-08-29T03:11:03Z

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, ST launching Pasar Tradisional Pangururan sebagai pasar digital, dengan penerapan program SIAP QRIS.

KABARCENTER.com

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, ST launching Pasar Tradisional Pangururan sebagai pasar digital, dengan penerapan program SIAP QRIS (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai Quick Response Code Indonesia Standard) di Pasar Pangururan, Rabu (15/12/21).

Pasar Pangururan terpilih menjadi pasar tradisional di Indonesia sebagai salah satu penerapan program nasional SIAP QRIS. Pasar Pangururan merupakan satu dari 51 pasar tradisional atau pasar rakyat yang tersebar di 49 Kabupaten/Kota di 34 provinsi yang mendapat program ini dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Aswin Kosotali, menyampaikan bahwa SIAP QRIS adalah bentuk inovasi Bank Indonesia dalam rangka mempermudah transaksi jual beli di pasar rakyat. Dengan bertransaksi menggunakan QRIS, maka tidak perlu lagi menyediakan uang tunai, seperti yang kita tau bahwa uang kertas dan logam sudah berpuluh kali berganti tangan, serta menjadi media penularan Covid-19, sehingga transaksi non tunai melalui digitalisasi QRIS mengurangi penyebaran cobid19. “Pasar Percontohan Pangururan dipilih menjadi program percontohan penerapan QRIS di Sumatera Utara untuk bisa ditiru pasar-pasar tradisional lainnya,", punkasnya.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom ST, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak perbankan khususnya Bank Indonesia yang telah membantu Kabupaten Samosir dalam digitalisasi transaksi jual beli di Pasar Tradisional Pangururan, juga berharap dukungan pihak perbankan dalam digitalisasi di Kabupaten Samosir. Hal ini untuk menekan potential lost terkhusus PAD di Kabupaten Samosir.

Kepada para pedagang, Bupati Samosir berpesan agar digitalisasi transaksi jual beli di pasar ini dimaknai sebagai motivasi agar para pedagang berani melangkah menuju perdagangan pasar yang tanpa batas. "Dunia perdagangan hari ini benar-benar terdisrupsi atau berubah secara besar-besaran, maka bapak ibu jangan lagi berpikir hanya sekedar punya lapak, kios atau toko yang besar dan luas. Itu sekarang bukan jaminan, karena hari ini pasar kita adalah seluas dunia. Sudah waktunya kita menuju market place, dimana kita bisa menjual barang dagangan tanpa batas," pungkasnya.

Pada kesempatan ini juga, Bank Indonesia Sibolga memberikan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Samosir atas implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah terbaik pada pertemuan tahunan Bank Indonesia Sumatera Utara tahun 2021. Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada pedagang berupa fasilitas wifi gratis di Pasar Pangururan yang diharapkan dapat memperlancar transaksi non tunai. 

Perwakilan pedagang, Sasnaek Naibaho menyambut baik digitalisasi transaksi jual beli di Pasar Tradisional Pangururan. "Kami berharap agar SIAP QRIS ini disosialisasikan kepada semua lapisan masyarakat, dan para pedagang dilatih agar dapat menerapkannya, sehingga terwujud kemudahan transaksi jual beli di Pasar Pangururan," katanya.

Seusai launching, Bupati Samosir bersama Kepala Perwakilan BI Sibolga dan para pimpinan cabang perbankan melakukan ujicoba dengan belanja melalui transaksi digital di Pasar Pangururan menggunakan aplikasi QRIS.

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+