Kabupaten Samosir Ditetapkan Sebagai Kabupaten Kreatif

Pio
Jumat, 04 Juni 2021, 16:52 WIB Last Updated 2021-06-04T09:52:52Z


Kabar Center - Samosir

Wakil Bupati Samosir Drs. Martua Sitanggang menandatanganani Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat (4/6/2021). Dalam hal ini Kabupaten Samosir ditetapkan sebagai kabupaten/kota kreatif pada Subsektor Seni Pertunjukan.

Dalam sambutannya, Koordinator Subdit Pengembangan Sektor Kreatif Henri Karnoza menyampaikan rasa syukur karena seluruh proses penetapan Kabupaten Samosir menjadi kabupaten kreatif telah berlangsung dengan baik. 

Dikatakan, bahwa sejak tanggal 30 April-4 Mei 2021 Tim Penilai PMK3I telah melakukan berbagai tahapan dengan baik, seperti pengisian formulir, sosialisasi, wawancara hingga kesepakatan bersama. 

“Semua tahapan itu tentunya bisa berlangsung dengan baik atas kerja sama semua pihak, baik dari Pemerintah Kabupaten Samosir, pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat,” ujarnya.

Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Hariyanto S. Sos, MM menyampaikan bahwa ekonomi kreatif merupakan bagian penting dalam perkembangan Danau Toba khususnya Samosir sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP). 

Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh stakeholders bertanggung jawab dalam kemajuan ekonomi kreatif dan pariwisata. 

“Setelah kita lalui tahap pengusulan, penggalian, pemetaan dan verifikasi, akhirnya kita sepakati bahwa Samosir menjadi Kabupaten kreatif subsektor seni pertunjukan. Ini kesempatan besar bagi Kabupaten Samosir untuk meningkatkan ekonomi kreatif dan pariwisata. Jadi, jangan disia-siakan,” kata Hariyanto.

Lebih jauh disebutkan, dengan ditetapkannya Kabupaten Samosir sebagai kabupaten kreatif, tentu membuat Pemerintah Pusat berkewajiban dalam memberikan dukungan. 

Pemerintah Pusat akan melakukan pendampingan, mendorong tumbuh berkembangnya seni pertunjukan agar bermanfaat kepada masyarakat Samosir, melakukan penetrasi program dan fasilitasi dukungan, memfasilitasi kolaborasi dan membangun jejaring subsektor yang sama antar kabupaten di Indonesia. 

Pemerintah Pusat akan memfasilitasi kabupaten/kota kreatif untuk berjejaring di tingkat internasional. Misalnya, masuk dalam jejaring Unesco Creative Cities Network, yang di dalamnya terdapat beberapa kota kreatif yang nantinya bisa berkolaborasi demi peningkatan kreativitas dan taraf ekonomi masyarakat. 

“Seperti pesan Pak Menteri, bila inovasi, adaptasi dan kolaborasi benar-benar diterapkan, maka pariwisata lah yang paling cepat recovery bahkan akan go international," katanya.
  
Dalam kegiatan itu, para pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Samosir yang diwakili 3 subsektor (seni pertunjukan, kriya dan kuliner), yaitu Oliver Simbolon, Charles Malau dan Ratnauli Gultom membacakan 10 komitmen yang akan mereka kerjakan pasca ditetapkannya Kabupaten Samosir menjadi kabupaten kreatif.

10 komitmen itu antara lain, Pembentukan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Samosir, Berkolaborasi dengan subsektor ekonomi kreatif lainnya, Memperkuat proses konservasi ekonomi kreatif subsektor kriya dan kuliner serta subsektor lainnya dengan cara memperkuat kolaborasi antar komunitas melalui penyelenggaraan kegiatan bersama, Membangun kerja sama kemitraan dengan pemerintah.

Kemudian Membangun kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menciptakan pembelajaran khusus/muatan lokal di sekolah, Pemetaan lokasi-konten-waktu pertunjukan seni budaya dan kuliner sesuai dengan potensi kecamatan/desa, Melakukan pertunjukan rutin sekali seminggu serta event gabungan dengan subsektor lainnya dalam 3 bulan sekali.

Serta membuat festival ekonomi kreatif Kabupaten Samosir, Membuat panggung apresiasi untuk mendorong kreativitas lokal dan melibatkan pelaku ekonomi kreatif dalam membangun identitas daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dr Ria Novida Telaumbanua menyampaikan dalam mencapai cita-cita bersama, seluruh stakeholders harus memberikan dukungan kepada Pemimpin kita. 

Dengan begitu, terjalinlah kerja sama yang baik antara masyarakat, pelaku ekonomi kreatif dan pemerintah dalam mewujudkan cita-cita bersama. 

“Ayo libatkan semua pihak, terutama anak-anak muda untuk memberikan sentuhan terhadap kegiatan-kegiatan ekonomi kreatif yang ada. Sentuhan dari kaum muda itu penting, dengan harapan karya-karya kita bisa go international”, katanya.

Kemudian, dr Ria juga menekankan pentingnya kolaborasi antar OPD, kolaborasi antar seniman dan melibatkan swasta dalam pembangunan. Setelah itu, kemas promosi semenarik mungkin dengan memanfaatkan media digital. 

“Kita yakin, karya-karya kreatif kita akan mendunia dan dikenal di tingkat nasional maupun internasional," tegas kadispar provsu.

Dalam sambutanya Wakil Bupati Samosir Drs. Martua Sitanggang, MM menyampaikan untuk mencapai visi misi yang telah ditetapkan, hal yang paling perlu diterapkan adalah inovasi. 

“kalau hanya bekerja dengan menyelesaikan pekerjaan rutin saja, Kabupaten Samosir tidak akan berkembang, namun perlu inovasi dari setiap pimpinan OPD dan seluruh pihak terkait dalam pembangunan ekonomi kreatif dan pariwisata’’, ujar Wabup.

Selanjutnya harus gencar dalam membangun sinergitas, baik itu sesama OPD, maupun kepada para pelaku ekonomi kreatif, dan yang paling utama kepada Pemerintah Pusat. 

Peluang ini lanjutnya, jangan disia-siakan, mari manfaatkan penetapan Danau Toba sebagai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) untuk meningkatkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto).

Martua Sitanggang pun mendorong para pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner untuk membuka usaha kuliner dengan menu makanan beragam, khususnya masakan nasional. Sebab, perlu kewajiban menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh wisatawan. 

“Wisatawan yang datang ke Samosir kan berasal dari banyak latar belakang yang berbeda. Oleh karena itu kita juga harus suguhkan sajian yang beragam demi memberikan kepuasan kepada mereka,” imbuh Wakil Bupati Samosir mengakhiri sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) oleh perwakilan Pelaku Ekonomi Kreatif, Tim Penilai Uji Petik PMK3I, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dan Wakil Bupati Samosir. (Rel)

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+