Upaya Joe Biden Untuk Perdamaian Palestina-Israel, Negoisasi di Balik Pintu

G.M
Selasa, 18 Mei 2021, 10:17 WIB Last Updated 2021-05-31T15:53:46Z

Kabar Center - Washington, DC

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan bahwa Israel berhak mempertahankan diri.

Sesuai dengan pernyataan resmi Gedung Putih, Senin 17 Mei, Joe Biden berkata Israel sedang menghadapi serangan roket yang membabi-buta. Meski demikian, Biden mendukung usaha-usaha agar situasi Yerusalem lebih tenang.

Presiden Biden juga mendukung Israel agar mengupayakan berbagai cara untuk memastikan perlindungan rakyat yang tidak bersalah.

Komunikasi antara Joe Biden dan PM Israel Netanyahu juga membahas masalah gencatan senjata. 

Presiden Biden memberikan restu untuk gencatan senjata. Diskusi sedang berjalan dengan mitra-mitra AS seperti Mesir agar tujuan itu terwujud.

Presiden Biden dan PM Netanyahu turut membahas progres operasi militer Israel melawan Hamas dan "kelompok-kelompok teroris lainnya di Gaza."

Kedua pemimpin juga berjanji akan terus berkomunikasi.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, menyebut bahwa Hamas adalah organisasi teroris. Psaki berkata Hamas tak punya justifikasi untuk menembakan roket-roket ke Israel. 

"Saya pikir ini juga penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa Hamas adalah organisasi teroris," kata Jen Psaki pada Jumat lalu (14/5). 

Jubir Gedung Putih menambahkan, Hamas bukanlah perwakilan dari rakyat Palestina yang terluka. Ia lantas mengkritik serangan Hamas ke Israel.

"Hamas tidak mewakili pandangan para keluarga, orang-orang yang menderita, semua rakyat Palestina yang menderita akibat kekerasan ini. Tapi tidak ada justifikasi untuk 1.500 roket dari Hamas yang menarget masyarakat di Israel," katanya.

Menurut Jen Psaki, pemerintah Joe Biden terus berusaha agar perdamaian terjadi antara Palestina dan Israel. Negosiasi disebut berlangsung di balik pintu agar lebih efektif.

Pemerintahan Joe Biden disebut memakai relasi di timur tengah untuk membantu de-eskalasi. 

Dua negara yang disebut Jen Psaki adalah Mesir dan Tunisia yang dinilai memiliki pengaruh besar kepada Hamas, sehingga bisa membantu meredakan konflik. (Lp6/kc3)
Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+