Motif Dendam, Otak Pembunuhan Petani di Sumenep Terungkap

JM
Rabu, 19 Mei 2021, 15:28 WIB Last Updated 2021-05-19T08:28:12Z

Kabar Center - Sumenep

Otak Pembunuhan seorang petani Bunabi (68) di Desa Kalinganyar, Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep akhirnya terungkap.

Siti Marwiyah (51), warga Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa merupakan dalang pembunuhan. Ha itu diketahui dari pemeriksaan para tersangka yang melakukan pembunuhan

Kabag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengetakan, para tersangka tega membunuh korban karena disuruh oleh seseorang bernama Siti Marwiyah (51), warga Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa.

"Motifnya karena korban diduga punya ilmu santet," kata Widiarti, Rabu (19/5/2021).

Widiarti menambahkan, saat ini Siti Marwiyah sudah ditangkap karena berperan sebagai otak pembunuhan. Marwiyah diketahui merasa dendam dan sakit hati usai suaminya meninggal dunia diduga karena disantet korban.

"Dia sakit hati dan dendam karena suaminya meninggal dunia dan menduga disantet korban," kata Widiarti.

Karena hal itu, Marwiyah kemudian menyuruh 3 tersangka untuk membunuh korban. Adapun imbalan yang dijanjikan yakni Rp 15 juta bagi seluruh tersangka.

"Kemudian dia menyuruh 3 tersangka ini untuk membunuh korban dengan dijanjikan diberi imbalan Rp 15 juta," ungkap Widiarti.

"Jadi total tersangka yang telah diamankan ada 4 orang. 3 sebagai pelaku dan 1 orang sebagai otaknya," tandas Widiarti.

Sebelumnya, seorang petani di Desa Kalinganyar, Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep tewas dibunuh. Korban yang bernama Bunabi (68) dibunuh oleh tiga orang di kebunnya sendiri.

Korban dibunuh pada Minggu (16/5) dengan kondisi penuh luka akibat pukulan benda tumpul di badan dan kepala. Korban sendiri diketahui pertama kali oleh istrinya dan langsung melaporkannya ke polisi.
Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+