Bencana di Flores Timur, Jokowi: Meninggal Dunia 71 Orang

JM
Jumat, 09 April 2021, 18:59 WIB Last Updated 2021-04-09T11:59:51Z
Presiden RI Joko Widodo di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Lembata, NTT.

Kabar Center - Jakarta

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau lokasi terdampak bencana banjir di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (9/4/2021). Jokowi menyebut, korban meninggal dunia di Kabupaten Flores Timur mencapai 71 orang.

"Khusus di Kabupaten Flores Timur yang meninggal dunia ada 71 orang, dan masih dalam pencarian 5 orang," kata Jokowi usai meninjau sebagaiman ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat sore.

Warga Pulau Adonara yang terdampak bencana kata Jokowi, akan direlokasi. Untuk lokasinya akan ditentukan oleh Gubernur NTT dan Bupati Pulau Adonara.

"Tapi yang jelas Kementerian PU siap untuk membangun rumahnya, secepat-cepatnya," katanya.

Jokowi juga mengingatkan warga di pengungsian untuk disiplin protokol kesehatan agar tidak terpapar Covid-19. Hal itu karena dirinya melihat masyarakat Pulau Adonara di lokasi pengungsian cukup banyak.

"Hati-hati protokol kesehatan, semua pakai masker ya agar yang namanya Covid-19 tidak semakin menyebar di mana-mana utamanya di Nusa Tenggara Timur," kata Jokowi.

Informasi menyebutkan, banjir bandang telah menerjang dua desa di Flores Timur, Minggu, 4 April, pukul 01.00 WITA. Selain itu, beberapa wilayah lainnya di NTT juga mengalami hal serupa.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengungkapkan Pulau Adonara dan Kabupaten Lembata merupakan dua wilayah di NTT yang paling parah terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Dia bahkan mengatakan ada sejumlah korban di wilayah tersebut yang masih belum ditemukan.

"Paling parah pertama, Adonara dan Lembata dimana masih ada sejumlah korban hilang, belum ditemukan termasuk dari Kabupaten Alor," ungkap Doni dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa 6 April 2021.

Doni menyebut, setidaknya ada 500 unit rumah di Pulau Adonara dan Kabupaten Alor yang mengalami rusak berat akibat bencana alam. Sementara, di Kabupaten Lembata hingga kini total ada 224 rumah yang mengalami rusak berat. (lp6/kc4)


Baca juga:

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+