Polisi dan Gangster di Caracas Bentrok, 23 Orang Tewas

JM
Senin, 11 Januari 2021, 09:57 WIB Last Updated 2021-01-11T02:57:28Z
Ilustrasi

Kabar Center - Jakarta

Operasi keamanan yang dilaksanakan pihak Kepolisian di Venezuela berujung bentrok dengan gangster di Caracas. Bentrok tersebut mengakibatkan 23 orang meregang nyawa.

Marino Alvarad salah seorang peneliti dari kelompok pemerhati hak asasi manusia PROVEA, menyebutkan bentrok berdarah itu dimulai pada Jumat sore dengan operasi oleh dua unit Pasukan Aksi Khusus (FAES) dan Unit Operasi Taktis Khusus (UOTE) di lingkungan yang dipenuhi geng di La Vega. Pertempuran pun berlanjut hingga Sabtu.

"Sejauh yang saya ingat, ini adalah operasi keamanan warga dengan jumlah korban terbesar,” ujar Alvarado seperti dilaporkan Reuters, Senin, 11 Januari 2021.

Bentrok yang menewaskan 23 orang itu kata Alvarado, seluruhnya dari kubu gangster.

Peristiwa ini menambah catatan buruk pemerintahan Presiden Nicolas Maduro di mata dunia internasional. Sebuah misi pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai bahwa pemerintahan Maduro telah melakukan pelanggaran HAM yang sistematis. 

Mereka tahun lalu menyerukan agar FAES dibubarkan karena perannya dalam pembunuhan di luar hukum.

Kementerian Informasi Venezuela maupun Kantor Kejaksaan segera menanggapi temuan PBB itu. Pemerintah mengatakan laporan misi pencari fakta PBB diganggu dengan kebohongan.

Venezuela adalah salah satu negara paling kejam di dunia, dengan tingkat pembunuhan sekitar 45,6 per 100 ribu penduduk pada 2020, menurut LSM Venezuelan Observatory of Violence. (Tmp/kc5)


Baca juga:
Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA