Kesal Ternaknya Dimakan, Buaya Besar Dijerat Warga Dan Dagingnya Dibagi-bagi

G.M
Jumat, 22 Januari 2021, 17:20 WIB Last Updated 2021-01-22T10:20:03Z
Buaya besar yang berhasil dijerat warga

Kabar Center - Mentawai

Buaya yang cukup besar dengan berat mencapai 250 kilogram berhasil dijerat warga di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar). Warga menjerat buaya raksasa itu lantaran kesal, ternaknya jadi santapan buaya.

Warga Dusun Silaoinan, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, Mentawai, Baresman Samungilailai (56) mengungkapkan, buaya itu berhasil ditangkap dengan cara membuat jeratan.

"Sebelum terkena jerat buaya telah memakan satu ekor babi milik saya dengan berat babi sekitar 50 kilogram, karena itu saya jadi kesal," kata Baresman, Jumat (22/1/2021).

Kemudian, Baresman langsung memasang jerat di sungai Taikako dekat dengan jembatan besi, jerat tersebut sudah dipasang sejak Senin (18/1/2021) memakai umpan satu ekor anjing.

Ternyata, pemasangan jerat itu berhasil. Buaya seberat 250 kilogram masuk jeratan. Namun, ketika terjerat buaya tersebut dalam kondisi mati.

"Kemudian pada Jumat (22/1/2021) sekitar pukul 08.00 WIB, saya melihat ke jerat tersebut, rupanya satu ekor buaya dengan bobot sekitar 250 kilogram dengan panjang sekitar 8 meter terkena jerat," katanya.

Baresman kemudian dibantu sembilan orang lainnya menarik buaya ke atas perahu mesin dan buaya tersebut dibawa ke tepi sungai yang dekat rumah Beresman.

"Saya dibantu beberapa orang kembali ke lokasi dimana tempat buaya tersebut terjerat," ucapnya.

Sesampainya di darat buaya tersebut langsung dikuliti. "Dagingnya dibagi-bagi kepada 70 orang, berapa berat daging buaya untuk satu orang tidak bisa diperkirakan sebab tidak ditimbang," ujarnya mengutip Inews.

Sekarang ini lanjutnya, masih ada satu ekor buaya lagi yang lebih besar di sungai Taikako. Hal ini diketahui sebab buaya itu sering muncul dan dilihat oleh warga.

"Untuk itu kepada warga Dusun Silaoinan dan sekitarnya kalau pergi memancing atau menjual hasil perkebunan ke Desa Sikakap dengan menggunakan perahu jangan sendiri-sendiri perginya tetap bersama-sama dan tetap selalu waspada," ucapnya.

Warga lain, H. Simanjuntak (70), menceritakan, sejak tinggal di Dusun Silaoinan tahun 1982, menurutnya sudah empat ekor buaya tertangkap di sungai Taikako, dengan ukuran besa. Buaya buaya itu sering sekali memakan ternak babi atau anjing milik masyarakat.

"Sejak saya tinggal di Dusun Silaoinan belum ada terdengar buaya di sungai Taikako yang memakan orang, walaupun begitu kita tetap harus waspada, kalau tidak ada lagi ternak yang dimakan buaya tersebut tentu orang yang menjadi makanannya lagi," pungkasnya. (Kc9)


Baca juga:

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA