Demi Masa Depan, Menkes Budi Minta Anak-anak Tetap Divaksin

JM
Sabtu, 30 Januari 2021, 12:54 WIB Last Updated 2021-01-30T05:54:06Z
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Kabar Center - Jakarta

Berbagai langkah dan upaya terus dilakukan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Pemerintah juga gencar mengupayakan proses vaksinasi Covid-19 bagi 181.554.465 penduduk yang dijadwalkan hingga Maret 2022. 

Proses vaksinasi ini sebagai upaya dalam menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity sebagai langkah memutus mata rantai penularan Covid-19 di Tanah Air. Saat ini Indonesia telah mendapatkan tiga juta dosis vaksin, serta 15 juta bahan baku vaksin dari Sinovac. 

Nantinya bahan baku vaksin dari Sinovac tersebut akan diproduksi menjadi 12 juta vaksin Sinovac yang diperkirakan akan selesai di minggu kedua Februari 2021. 

Selain itu, pemerintah juga berhasil melakukan kesepakatan untuk mendatangkan 15 juta dosis vaksin Sinovac lagi pada Maret 2021. 

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, alur distribusi yang saat ini sedang dilakukan adalah pengiriman tiga juta vaksin ke seluruh Indonesia untuk tenkes. Proses pengiriman sudah dilakukan pada 3 Januari 2021 malam dan selanjutnya dikirim pada akhir minggu kedua Januari 2021 sebanyak 1,8 juta.  

“Pengiriman dibantu oleh aparat TNI dan Polri, juga dibantu oleh pemerintah daerah di level provinsi, serta pemerintah di level kotamadya dan kabupaten. Memang yang dialami saat ini adalah kapasitas penampungan vaksin yang pas atau mepet. Karena setiap tahunnya Indonesia juga harus melakukan vaksinasi kepada 170 juta anak,” kata Menkes Budi, dalam Webinar ‘Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit’ yang disiarkan langsung oleh MNC Portal Indonesia, Sabtu (30/1/2021). 

Kemudian, Menkes Budi memberikan arahan agar tidak menghentikan vaksinasi seperti polio, hepatitis, tetanus dan lainnya pada anak. Karena menurutnya, anak-anak membutuhkan vaksin dan tindakan ini juga demi masa depan Indonesia selama 30 tahun mendatang. Jika anak-anak tidak sehat, akan menjadi masalah di kemudian hari.  

“Jadi 170 juta vaksinasi akan tetap jalan, ditambah dengan 426 juta vaksin di tahun ini. Jadi, sekira 600 juta. Ini sebabnya akan memberikan tekanan kepada infrastruktur pengiriman vaksin yang ada, yang biasanya sering dipakai jadi tinggi. Terutama tempat-tempat penyimpanan suhu antara 2-8 derajat Celsius. Oleh sebab itu, kita bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki rantai logistik dingin untuk membantu agar proses delivery ini dapat berjalan dengan mulus,” pungkasnya.


Baca juga:

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA