Ulos Warisan Budaya Batak, Ketua DPRD Samosir: Harus Dilestarikan

Pio
Minggu, 18 Oktober 2020, 20:17 WIB Last Updated 2020-10-21T10:39:43Z
Ketua DPRD Samosir Saut Martua Tamba, ST menerima ulos dari tokoh masyarakat

Kabar Center - Samosir

Suku Batak memiliki ragam budaya kas, salah satunya ulos. Sebagaimana diketahui, Ulos telah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) pada 17 Oktober 2014.

Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba ST kepada wartawan, Sabtu, 17 Oktober 2020 di Pangururan mengatakan, sebagai etnis suku batak, maka sudah seharusnya menjaga, merawat dan memlihara ulos.  

Menurutnya, ulos begitu berperan dalam kehidupan sosial orang Batak sehari-hari, mulai dari kelahiran hingga kematian, baik untuk acara sukacita maupun dukacita. Bahkan, ulos kini telah menjadi trend fashion yang cukup diminati masyarakat Indonesia.

Ditambahkannya, sudah banyak modifikasi ulos yang dirancang oleh desainer-desainer muda saat ini, yang telah menjadi trend fashion dewasa ini.

Karenanya, sebagai orang Batak harus menjadi bagian terdepan untuk merawat dan memelihara warisan budaya nenek moyang tersebut.

“Kita harus jadi pemelihara, penjaga, pelaku dan pegiat ulos. Dengan begitu, para penenun ulos dan para desainer akan tetap bertahan, bahkan semakin tumbuh, dan ulos pun akan berdaya guna bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Ketua DPRD Samosir ini.

Saut Tamba juga menambahkan bahwa selama berabad-abad perempuan Batak menenun tekstil dengan alat tenun tradisional, dedikasi mereka telah menghasilkan perbendaharaan seni yang estetis dan secara teknis beragam.

Untuk itu, dirinya mendorong Pemkab Samosir melalui Disnaker Koperindag untuk senantiasa melakukan pendampingan kepada penenun Ulos di Kabupaten Samosir. Juga peningkatan dan pengembangan desain produk kerajinan motif ulos dan pembenahan peralatan tenun tersebut. (*/Kc7)

Baca juga:
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS