Pemerintah Libatkan Ribuan Wartawan Perang Melawan Covid-19

JM
Senin, 28 September 2020, 14:33 WIB Last Updated 2020-09-28T07:33:20Z
Sumber foto: twitter

Kabar Center - Jakarta

Pemerintah melalui Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam upaya perang melawan COVID-19 terutama dalam hal penyampaian pesan positif dan faktual terkait perubahan perilaku.

Sebanyak 5.800 wartawan dari seluruh provinsi dari Aceh sampai Papua nantinya akan bertugas untuk melakukan program perubahan perilaku dan meluruskan berita atau informasi yang keliru atau tidak benar.

Hal itu disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo dalam jumpa pers usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi terkait Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dari Istana Merdeka Jakarta, Senin.

“Karena banyak juga informasi yang tidak valid tapi beredar di tengah masyarakat. Besar harapan kami teman media yang bergabung bisa sampaikan pesan positif, faktual terkait perubahan perilaku,” ujarnya.

Selain itu, Satgas juga bekerja sama dengan Pemda DKI didukung TNI/Polri untuk mengajak organisasi kemasyarakatan termasuk PKK dan sejumlah tokoh di 5 kelurahan di DKI Jakarta.

Baca juga: Objek Wisata Samosir Dibuka, Satgas Covid-19 Tetap Jaga Pintu Masuk

“Masing-masing sebanyak 100 orang yang dipilih kelurahan. Dibantu oleh Babinkantibmas dan Babinsa. Harapannya tokoh-tokoh di kelurahan ini bisa mengajak dan mengimbau masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan,” sebutnya.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan pencegahan dan masyarakat semakin sadar bahwa COVID-19 ini bukan rekayasa dan bukan konspirasi.

Baca juga: Perempuan Punya Peranan Penting Lindungi Keluarga dari Covid-19

Doni menegaskan bahwa COVID-19 ini nyata, secara global korbannya hampir mencapai 1 juta orang dan di Tanah Air korban jiwa telah mencapai 10.386 orang.

“Kami melaporkan ke Bapak Presiden tentang klaster keluarga. Ada 6 persen di Wisma Atlet positif COVID-19 dan relatif tidak beraktivitas di luar rumah. Artinya yang menulari orang-orang terdekat keluarga itu. Kita harus paham COVID-19 ini media pengantara saudara-saudara kita, orang-orang yang terdekat bukan yang terjauh. Sehingga kita satu sama lain harus saling jaga, saling melindungi, saling mengingatkan, patuh kepada protokol kesehatan,” tukas Doni. (ant/Kc6)

Baca juga:
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS