Update Covid-19 di Samosir: 1 Suspek, 1 Terkonfirmasi

Kabar Center
Selasa, 21 Juli 2020, 19:24 WIB Last Updated 2020-09-24T05:14:39Z

Kabar Center - Samosir

Jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Samosir saat ini sebanyak 1 orang dan yang masuk dalam kriteria suspek ada 1 orang.

Informasi tersebut dilihat Kabar Center dari keterangan tertulis Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Samosir Rohani Bakara di Grup WA Kominfo, Selasa (21/07).

Dari Peta Pemantauan Sebaran Virus Corona-19 Kabupaten Samosir pada hari Selasa, 21 Juli 2020, jam 16.00 Wib, menyebutkan, 1 Suspek di Kecamatan Ronggur Nihuta dan 1 terkonfirmasi di Kecamatan Nainggolan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Samosir Rohani Bakara ketika dikonfirmasi ulang menyampaikan bahwa, warga yang suspek di Kecamatan Ronggur Nihuta adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Jadi istilah PDP saat ini telah berubah menjadi suspek sesuai Keputusan Menteri Kesehatan tentang pengendalian COVID-19, tertanggal 13 Juli 2020. Saat ini pasien sedang dirawat di Rumah Sakit Adam Malik," kata Rohani.

GTPP COVID-19 Samosir kata Rohani senantiasa mengimbau masyarakat agar tetap serius melakukan protokol kesehatan secara ketat dan mengikuti pedoman normal baru yang telah dikeluarkan oleh Bupati Samosir.

Himbauan ini dikaitkan dengan harga yang akan dibayar seseorang jika terpapar dan kemudian menjalani perawatan untuk kesembuhan. Secara sosial, orang terpapar akan mengalami stigmatisasi buruk orang-orang sekitar dalam bentuk penghindaran dan/atau bahkan penolakan. Hal ini akan berdampak pada kondisi psikologis orang terpapar dan keluarganya.

"Perlu kita ingat, penularan COVID-19 sangat mudah dari orang ke orang. Oleh karena itu, GTPP COVID-19 Samosir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bayar harga yang lebih murah yaitu: pakai masker, sering cuci tangan pakai sabun di air mengalir dan/atau hand sanitizer, jaga jarak (minimal 1 meter), hindari kerumunan sedapat mungkin, tetap waspada namun tidak panik, sadari hidup berdampingan dengan potensi penularan," kata Rohani. (Pio)
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS