Terkait Covid-19, Mensos Berharap Media Bangun Optimistis Dalam Pemberitaan

G.M
Jumat, 12 Juni 2020, 12:53 WIB Last Updated 2020-09-24T05:22:09Z
Menteri Sosial Juliari P Batubara | doc. Kemensos

Kabar Center - Jakarta

Media hendaknya membangun suatu optimistis dalam pemberitaan terkait pandemi Covid-19.

Demikian dikatakan Menteri Sosial Juliari P Batubara ketika bincang-bincang bersama media yang tergabung dalam Forum Wartawan Sosial (Forwasos) secara daring di Jakarta, Jumat.

"Karena kita sedang berperang melawan virus, wabah yang tidak terlihat dan kita tidak tahu sampai kapan," ujar Juliari.

Optimistis tersebut lanjut Juliari, adalah modal utama sebagai bangsa selain kekompakan. "Memang mudah disampaikan tapi tidak mudah untuk direalisasikan, karena banyak unsur di dalamnya bisa politik, ekonomi dan lain-lain yang lebih mewarnai dibanding membangun optimisme kolektif," katanya.

Menurutnya, literasi media di masyarakat masih rendah, sehingga perlu membangun optimistis itu lewat berita-berita yang benar. "Saya sampaikan ke media, mari menyajikan berita yang membangkitkan optimistis. Kami sadar banyak kekurangan yang perlu diperbaiki, kami juga terbuka untuk masukan dan kritik," tutur Mensos Juliari yang akrab disapa Ari itu.

Selama penanganan pandemi COVID-19, masih ada pemberitaan yang muncul berdasarkan asumsi pribadi, sementara pandemi yang dihadapi adalah satu bencana yang tidak bisa diprediksi dan luar biasa dampaknya.

Menurut politikus PDI-P itu, pemerintah dihadapkan pada kebijakan yang tidak mudah dengan keterbatasan-keterbatasan data, anggaran dan lainnya, namun tetap harus memberikan perlindungan kepada warganya.

"Ini menggambarkan satu kompleksitas yang luar biasa. warga kita tahunya harus cepat, harus tepat sasaran dan sebagainya, sedangkan negara kita sejak penerapan otonomi daerah, memang tidak sentralistik lagi, tidak semua yang diputuskan pemerintah pusat bisa mulus di daerah. Ini bukan mencari pembenaran tapi kompleks," ucapnya.

Dalam penanganan COVID-19, Kementerian Sosial bertanggung jawab terkait bantuan sosial, baik lewat bansos sembako dan bantuan sosial tunai (BST) bagi warga terdampak COVID-19. (Ant/kc9)
Baca juga:
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS