Tak Tersentuh Bansos, Keluarga Ini Butuh Perhatian Pemerintah

JM
Senin, 08 Juni 2020, 07:09 WIB Last Updated 2020-06-08T00:10:50Z
Ujang Pendi bersama istrinya | sumber foto: merdeka.com

Kabar Center - Tangsel

Kisah pilu keluarga miskin di Tangerang Selatan, menjadi catatan buruk pemerintah kota. Bantuan Sosial yang selama ini menjadi digembar-gemborkan bisa meringankan beban kebutuhan pangan warga, ternyata belum sepenuhnya benar-benar merata penyalurannya.

Ujang Pendi, salah satu keluarga di Tangerang Selatan merasakan kenyataan pahit, lantaran tidak menikmati bansos dari pemerintah itu.

Melansir merdeka.com, petani penggarap yang terdaftar program keluarga sejahtera ini sudah sejak dua tahun lalu tidak memperoleh bantuan sosial dari pemerintah.

"Saya hanya mengandalkan apa yang saya tanam, kalau laku dijual uangnya buat makan. Tapi kalau belum, saya makan singkong dan pisang yang ada," kata suami Titin Lilis saat ditemui di rumahnya, wilayah Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Minggu (7/6).

Kehidupannya sekarang kata Ujang, sangat kekurangan. Tempat tinggalnya berdiri ala kadarnya di lahan garapan, yang sewaktu-waktu bisa diusir sang pemilik.

"Ini lahan Puspiptek, lahannya dari pada kosong saya tanami singkong, pisang dan kambing titipan orang yang saya urusi. Termasuk tempat yang saya tinggali bersama keluarga," ucap ayah lima anak ini.

Kondisi tempat tinggalnya yang berdiri di atas lahan Puspiptek itu pun terlihat sangat tidak layak.

Berdiri di atas lahan sekitar 4x4 meter, Ujang tinggal bersama istri dan lima orang anaknya. Beralas tanah dengan dinding dan atap berlapis triplek dan plastik terpal, Ujang mengaku tidak bisa berbuat banyak.

"Sudah lama saya tinggal di sini. Saya menggarap lahan di sini. Saya warga Tangsel yang sebelumnya dapat bantuan, tapi sejak tahun 2018 sudah tidak pernah lagi, padahal semua tetangga yang masuk keluarga sejahtera tetap dapat bantuan," katanya.

Terlebih kondisi ketidakpastian seperti saat ini, dia mengaku sama sekali sangat berharap bantuan pemerintah. "Bantuan Covid sama sekali enggak ada, paling kalau ada yang kasih bantuan itu dari orang pribadi. Kalau Bansos enggak pernah sejak dua tahun lalu, 2018 itu terakhir," sebutnya.

Ujang mengaku sangat berharap bisa memperoleh bantuan pemerintah, seperti sejumlah warga Tangsel lainnya yang menerima berbagai bantuan.

"Kalau saya enggak paham kenapa tidak dapat. Padahal KTP saya Tangsel, tapi tetangga-tetangga pada dapat," imbuhnya. (mdk/kc11)

Baca juga:
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS