Notification

×

Iklan

Iklan

Puluhan Orang Dinyatakan Positif Covid-19, Pasar Tradisional di Beijing Tutup

Senin, 15 Juni 2020 | 10:25 WIB Last Updated 2023-12-06T02:44:43Z

Kabar Center - Beijing

Satu pasar seafood dan tradisional utama di Beijing ditutup dan beberapa komplek penduduk di lockdown pasca 53 orang dites positif virus corona.

Penutupan dilakukan pada Sabtu dan membuat ketakutan baru pandemi di China belum benar-benar aman.

Hampir setiap orang yang dites positif tersebut bekerja dan pernah berbelanja di Pasar Xinfadi tersebut, pasar yang berada di wilayah selatan kota yang menjual hewan laut, buah, dan sayur, menurut Komisi Kesehatan Beijing.

Lebih dari 10.000 orang bekerja di pasar itu, yang menyuplai 90 persen kebutuhan buah dan sayur Beijing, menurut media pemerintah seperti dilaporkan The New York Times, Senin (15/6).

Virus dilaporkan terdeteksi di papan pemotong salmon impor di pasar tersebut.

Perkembangan tersebut mendorong pemerintah untuk sementara waktu menutup pasar, sebagian atau secara keseluruhan menutup lima ibu kota, dan mengurung 11 komplek pemukiman dan sembilan sekolah yang dibuka kembali setelah lockdown beberapa waktu lalu. Media pemerintah menyebut upaya itu sebagai "mekanisme saat perang".

Menurut pengumuman pemerintah dan laporan media lokal, Beijing juga memperketat kontrol lalu lintas yang masuk ke dalam dan keluar kota, melarang tur kelompok antar provinsi dan membatalkan agenda olahraga. Pada Jumat, pemerintah mengatakan mereka akan membatalkan rencana untuk pelajar tingkat pertama, kedua dan ketiga di seluruh kota untuk kembali ke sekolah pada Senin ini.

Pertaruhan bagi kota dan negara tersebut tinggi. Wabah baru di Beijing bisa mempengaruhi tak hanya kesehatan masyarakat China, tapi juga ambisi geopolitik. China adalah situs wabah virus corona pertama, tapi ketika pandemi menerjang seluruh dunia, pemerintah di China gencar mempromosikan keberhasilannya mengendalikan penyebaran virus sebagai bukti superioritas sistem politik top-down mereka.

Menurut pejabat kesehatan Beijing, tujuh dari 53 orang yang dites positif lebih dari tiga hari sebelumnya menunjukkan gejala, sementara 46 orang lainnya tanpa gejala. Tujuh orang dengan gejala, enam orang belum bepergian ke luar Beijing dalam dua pekan sebelumnya.

Komisi Kesehatan Beijing mengatakan sedikitnya tiga dari tujuh orang itu bekerja di Pasar Xinfadi, termasuk seorang pembeli 50 tahun yang kondisinya cukup serius dan seorang penjual berusia 35 tahun.

Tiga orang lainnya telah mengunjungi pasar tersebut, menurut media pemerintah. Pejabat tidak mengumumkan keterkaitan apapun dengan tujuh orang lainnya.

Kasus tanpa gejala dialami semua pegawai pasar, dengan pengecualian satu orang yang pernah melakukan kontak dekat seorang pekerja pasar. Mereka ditemukan setelah pejabat kesehatan mengetes ratusan pekerja secara massal setelah kasus pertama dilaporkan.

Pejabat juga mengumpulkan sampel lingkungan dan mengetes daging dan seafood dari pasar tersebut, beberapa hasilnya positif, memperkirakan para pekerja terinfeksi dari kontak dengan orang terinfeksi atau karena sekadar mengunjungi pasar tersebut, kata Wakil Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Beijing, Pang Xinghuo.

Setelah virus terdeteksi di papan pemotong salmon impor, jaringan supermarket di seluruh kota membuang stok salmon mereka, menurut media lokal.

Para pejabat mengatakan mereka akan mendirikan pasar sementara dengan konsep terbuka untuk menjaga ketersediaan buah dan sayuran.

Sebanyak 10.000 pekerja di Pasar Xinfadi akan dites, menurut koran yang dikelola pemerintah, The Beijing News. Pejabat telah mengetes lebih dari 1.900 pekerja di pasar-pasar seluruh kota, menurut Komisi Kesehatan. (mdk/kc7)

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini