Di Masa Pandemi Covid-19, Kekayaan Hartawan di AS Meningkat Tajam

Kabar Center
Jumat, 05 Juni 2020, 09:18 WIB Last Updated 2020-06-05T02:53:16Z
Ilustrasi

Kabar Center - Medan

Orang-orang super kaya atau Hartawan di Amerika Serikat (AS) justru mengalami peningkatan di tengah pandemi COVID-19 yang merusak perekonomian dunia.

Melansir dari CNN, Jumat (5/6/2020), miliarder AS menjadi US$ 565 miliar lebih kaya sejak 18 Maret. Angka tersebut setara Rp 7.910 triliun (kurs Rp 14.000). Data ini menurut laporan yang diterbitkan oleh Institute for Policy Studies.

Total kekayaan miliarder negara Paman Sam sekarang mencapai US$ 3,5 triliun, naik 19% dari titik terendah di dekat awal pandemi virus Corona. Bos Amazon (AMZN) Jeff Bezos saja misalnya, kekayaannya bertambah US$ 36,2 miliar pada 18 Maret.

Akselerasi kekayaan bagi orang-orang terkaya Amerika didorong oleh pemulihan pasar saham yang luar biasa, yang sebagian besar meroket karena tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Federal Reserve.

"Pasar saham lepas landas, dan terlepas dari ekonomi riil, memperburuk ketidaksetaraan," ujar Kristina Hooper, kepala strategi pasar global di Invesco.

Respons darurat The Fed, termasuk memangkas suku bunga menjadi nol dan berjanji untuk membeli obligasi dalam jumlah tak terbatas, dirancang untuk membuat aset berisiko seperti saham terlihat lebih menarik.

Perusahaan teknologi besar pun tidak hanya bertahan selama pandemi. Banyak dari mereka yang berkembang pesat. Krisis telah membuat Amazon, misalnya, bahkan lebih bernilai daripada sebelumnya. Saham Amazon telah melonjak 47% dari posisi terendah pertengahan Maret.

Facebook (FB) juga melesat ke rekor tertinggi. Kekayaan bersih Mark Zuckerberg, pendiri dan CEO perusahaan, telah naik US$ 30,1 miliar sejak 18 Maret.

Pemain teknologi lainnya juga telah mengumpulkan lebih banyak kekayaan selama tiga bulan terakhir. Kekayaan bersih bos Tesla (TSLA) Elon Musk, pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page dan mantan CEO Microsoft (MSFT) Steve Ballmer semuanya telah naik US$ 13 miliar atau lebih masing-masing sejak 18 Maret.

Laporan itu menghitung kekayaan miliarder menggunakan data yang disediakan oleh Forbes Global Billionaires List, yaitu penilaian real-time atas kekayaan bersih.

Tanggal 18 Maret digunakan sebagai tanggal mulai karena itu adalah tanggal yang terkait dengan survei Forbes Global Billionaire 2020. Itu juga kira-kira cocok dengan ketika negara bagian AS dan pemerintah federal mulai memberlakukan pembatasan kesehatan. (Dtc/kc7)
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS