1 ODP di Samosir, Gugus Tugas Covid-19: Tetap Waspada

Kabar Center
Selasa, 16 Juni 2020, 11:37 WIB Last Updated 2020-06-16T04:37:31Z
Ilustrasi

Kabar Center - Samosir

Hingga saat ini, Kabupaten Samosir masih menjadi wilayah dengan kategori Zona Hijau. Hal itu ditandai dengan belum adanya kasus infeksi COVID-19 sampai Senin (15/6).

Namun, semua pihak harus tetap waspada setiap saat dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat yaitu pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, jaga imunitas dengan konsumsi makanan bergizi, olah raga teratur, hindari kerumunan, tunda bepergian ke luar Samosir jika tidak esensil.

Demikian dituliskan Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Samosir, Rohani Bakkara, sebagaimana dilihat wartawan di Grup Kominfo Kabupaten Samosir, Selasa (16/06).

"Jika kita melihat dinamika masyarakat kita di Samosir, maka masih perlu bagi kita memberikan penekanan-penekanan ulang untuk menerapkan protokol kesehatan. Kendati kita berada pada zona hijau, itu bukan berarti kita tidak perlu melakukan protokol kesehatan secara ketat namun justru sebaliknya jika kita menerapkan normal baru," ujarnya.

Berhasilnya implementasi normal baru lanjut Rohani, pada dasarnya ditentukan konsistensi dan determinasi pelaksanaan protokol kesehatan.

"Pemkab Samosir secara berulang terus menekankan kembali protokol kesehatan pada tingkat desa. Kita telah melihat portal-portal penjagaan di desa yang mengharuskan setiap warga yang masuk wajib gunakan masker dan cuci tangan," kata Rohani.

Pihanya berharap, ke depan setiap desa dilengkapi thermoscanner untuk memastikan orang yang di atas suhu 38oC ke atas tidak masuk ke desa untuk pencegahan transmisi lokal.

Disebutkan, sampai hari Senin, (15/6/2020) daerah yang masuk zona merah di Sumatera Utara sudah ada 10 daerah yaitu Medan, Binjai, Pematangsiantar, Deliserdang, Simalungun, Serdangbedagai (Sergai), Asahan, Karo, Langkat, dan Tarurutung.

Kemudian, zona kuning ada 12 daerah yaitu Batubara, Dairi, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Padang Sidempuan, Tanjung Balai, Tapanuli Selatan, Tebing Tinggi, dan Toba Samosir.

Sementara untuk, zona hijau ada 11 daerah yaitu Gunungsitoli, Humbang Hasundutan, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Pakpak Barat, Samosir, Sibolga, dan Tapanuli Tengah.

33 Kabupaten/Kota di Sumatera diharapkan berangsur-angsur menjadi zona hijau dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan dan upaya-upaya pencegahan lainnya terlebih pada saat transisi menuju normal baru.

"Selain itu, mari tetap waspada terhadap orang-orang yang datang dari zona merah dan kuning ke Samosir," imbuh Rohani.

Lebih lanjut, Pemkab Samosir berharap mendapat dukungan alat uji spesimen RT-PCR secara masif dari Pemerintah Pusat atau para donatur dari dalam dan luar Samosir.

"Sebagaimana ditargetkan 30.000 orang per hari diuji secara nasional demikian jugalah kiranya dapat dilakukan di Kabupaten Samosir," katanya.

Masih menurut Rohani, dari sisi anggaran, pengadaan alat tersebut untuk saat ini belum dapat disediakan namun pihaknya berharap warga Samosir yang berhasil di perantauan memberikan perhatiannya untuk pengadaan alat tersebut.

"Dengan 1 ODP di Kabupaten Samosir, mari tetap waspada dan memulai kebiasaan-kebiasaan yaitu pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, jaga imunitas dengan konsumsi makanan bergizi, olah raga teratur, hindari kerumunan, dan tunda bepergian ke luar Samosir," ujar Rohani Bakara.
Baca juga:
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS