Tangani Virus Corona, WHO Terima Dana Sebesar Rp.4,2 Triliun

Jusri M
Selasa, 10 Maret 2020, 15:34 WIB Last Updated 2020-03-10T08:34:41Z
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus | net

Kabar Center - Jakarta

Dalam penanganan virus corona, banyak negara mitra yang melakukan persiapan dan upaya termasuk dengan mendonaturkan sejumlah biaya kepada pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sesi pengarahan harian di Jenewa, Senin (9/3), mengatakan pihaknya telah menerima hampir Rp.4,2 triliun atau sekitar 300 juta dolar Amerika Serikat.

"Hampir 300 juta dolar AS telah dialokasikan untuk Rencana Persiapan Strategis dan Penanganan WHO. Kita semua, saat ini, didorong oleh aksi solidaritas warga dunia, dan kami meminta seluruh negara untuk melakukan pencegahan dini dan agresif untuk melindungi seluruh masyarakat," kata Ghebreyesus.

Dana itu kata Ghebreyesus sebagian besar merupakan sumbangan dari negara-negara anggota PBB. Pada Jumat pekan lalu (6/3), Azerbaijan, China, Korea Selatan, dan Arab Saudi jadi negara yang ikut menyumbang untuk penanganan COVID-19 WHO.

"Kami telah mengirim alat perlindungan diri ke 57 negara, dan kami akan mengirim ke 28 negara lainnya. Sejauh ini, kami telah mengirimkan peralatan laboratorium ke 120 negara," tambah dia dalam laporan harian yang disiarkan dalam laman resmi PBB.

Data Worldometers, laman penyedia informasi statistik independen, menyebutkan sejak Selasa (10/3), 114.430 orang tertular jenis baru virus corona (novel coronavirus/2019 n-CoV). Dari jumlah itu, 4.027 pasien meninggal dunia dan 64.099 orang dinyatakan sehat kembali.

Dari 112 negara yang terjangkit virus, China menempati urutan teratas dengan jumlah pasien terbanyak, yaitu 80.754 jiwa, diikuti dengan Italia 9.172 jiwa, Korea Selatan 7.513 jiwa, dan Iran 7.161 jiwa. Di luar itu, Prancis turut melaporkan 1.412 kasus penularan virus, Spanyol 1.231 kasus, Jerman 1.224 kasus, dan Amerika Serikat 708 kasus.

Sementara itu di Indonesia, jumlah pasien tertular virus mencapai 19 orang. Saat ini, mereka dalam proses perawatan di RSPI Sulianti Suroso di Sunter, Jakarta Utara. Dari angka tersebut, otoritas terkait belum melaporkan ada korban jiwa. (Ant/kc3)
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS