![]() |
| Banjir Bandang landa Tanah Datar | net |
Kabar Center
Medan - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya banjir bandang di wilayah Tanah Datar, Sumatera Barat. Peristiwa tersebut mengakibatkan belasan keluarga harus mengungsi.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa debit air di lokasi kejadian sudah berangsur surut. Ia menyebut tim dari BPBD setempat telah turun membantu warga terdampak.
"TRC BPBD Kabupaten Tanah Datar membutuhkan bantuan warga untuk membersihkan rumah masing-masing sehingga yang terkena luapan tadi bisa diselesaikan dengan baik dan tidak ada masalah untuk kesehatan di kemudian hari," kata Berton dalam konferensi pers daring melalui kanal YouTube BNPB, Senin (2/11/2026).
Banjir bandang itu merendam 15 rumah warga serta 15 hektare area pertanian termasuk kolam ikan. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/11).
Tidak hanya di Tanah Datar, banjir juga melanda beberapa daerah lain yakni Langkat dan Mandailing Natal di Sumatera Utara, serta Subulussalam, Gayo Lues, Aceh Barat dan Aceh Selatan di Aceh.
"Dapat kami sampaikan ada terjadi di Langkat, Sumatera Utara dengan jumlah KK yang terdampak sebanyak 3.157 KK. Di Subulussalam, beberapa waktu yang lalu kami sudah menyampaikan, saat ini air mulai surut. Sedangkan ada beberapa terjadi di Aceh Selatan, Gayo Lues, maupun Mandailing Natal, Sumatera Utara," sebut Berton.
Untuk wilayah Aceh Barat, banjir dilaporkan terjadi sejak 31 Oktober 2026 dengan cakupan 10 kecamatan dan 43 gampong. Sebanyak 105 jiwa dilaporkan mengungsi akibat kejadian tersebut.
"Di Aceh Selatan sendiri, banjir sudah terjadi sejak tanggal 28 Oktober melanda dua kecamatan dan di tiga gampong, dengan jumlah KK yang terdampak adalah 218 KK atau 756 jiwa. Dan saat ini kami mencatat ada 161 jiwa mengungsi dan ada 210 unit rumah terdampak dengan status yang sudah disampaikan oleh pemerintah daerah status tanggap darurat hingga dari 30 Oktober sampai 12 November 2026," ujarnya.
