![]() |
| Kolase foto kondisi terkini lokasi pengungsian warga pasca bencana alam beberapa waktu lalu | Foto: Rivan |
Kabar Center
Aceh Tengah — Sebanyak 18 kepala keluarga (KK) atau sekitar 93 jiwa warga Desa Kejuren Syiah Utama, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, masih bertahan di pengungsian hingga Selasa (10/2/2026).
Mereka terpaksa mengungsi karena rumah hilang atau mengalami rusak berat akibat bencana yang terjadi hampir tiga bulan lalu.
Selain pengungsi terpusat di SMP Negeri 27 Takengon, empat KK lainnya memilih mengungsi secara mandiri. Dari total 75 KK atau sekitar 300 jiwa penduduk desa, sebagian wilayah masih dinilai belum aman dan sejumlah rumah tidak lagi layak huni.
Kepala Urusan Administrasi Umum Desa Kejuren Syiah Utama, Abdullah, mengatakan warga belum dapat kembali karena tidak memiliki hunian yang bisa ditempati.
“Sudah hampir tiga bulan kami mengungsi. Ada rumah yang hilang dan ada yang rusak berat. Sampai sekarang belum ada kepastian kapan bisa kembali,” kata Abdullah.
Menurutnya, kebutuhan dasar seperti air bersih di lokasi pengungsian masih tersedia. Namun, persoalan utama yang dihadapi warga adalah belum adanya kejelasan terkait perbaikan maupun pembangunan kembali rumah yang terdampak.
Menjelang bulan suci Ramadhan, warga semakin khawatir jika harus menjalani ibadah puasa di posko darurat dengan fasilitas terbatas. Kondisi ini juga berdampak pada psikologis pengungsi, terutama anak-anak dan lansia yang telah lama tinggal di pengungsian.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan hunian yang layak. Tanpa kepastian tersebut, puluhan keluarga di Kejuren Syiah Utama berpotensi menjalani Ramadhan di pengungsian. (Rv)
Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini
