Notification

×

Iklan

Iklan

Invasi Israel di Rafah Meluas, Sejumlah Bangunan Dibuldoser

Kamis, 09 Mei 2024 | 13:24 WIB Last Updated 2024-05-09T06:24:36Z
Kepulan asap akibat ledakan bom | net

Kabar Center

Serangan Israel di Rafah, Gaza Selatan, meluas dari serangan udara ke operasi darat. Kondisi itu tampak dari citra satelit Planet Labs.

Melansir CNN, Rabu (8/5), citra satelit menunjukkan kondisi yang mirip dengan tahap awal invasi darat Israel ke Gaza pada Oktober lalu. Gambar tersebut menunjukkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) aktif di luar daerah perbatasan antara Mesir dan Gaza, yang dikuasai Israel.

Gambar-gambar yang diambil pada 5 Mei hingga 7 Mei itu menunjukkan beberapa bangunan telah dibuldoser dan menunjukkan area berkumpulnya kendaraan IDF. Beberapa pasukan IDF juga tampak menembus lebih dari satu mil ke dalam wilayah kantong Palestina dari penyeberangan Rafah.

Operasi darat ini menyusul serangkaian serangan udara di Rafah yang telah menghancurkan beberapa bangunan dalam 24 jam terakhir. Menurut rumah sakit setempat, serangan itu telah menewaskan sedikitnya 40 orang.

Citra satelit menunjukkan serangan ini terus berlanjut, dan satu gambar menunjukkan asap masih mengepul dari satu lokasi.

Dalam rekaman lainnya yang diperoleh CNN, orang-orang terlihat berlarian di jalan-jalan Rafah setelah serangan pada Rabu kemarin. Beberapa di antaranya menggendong anak-anak, tampak berdarah, tidak sadarkan diri, dan menuju Rumah Sakit Al Kuwait.

Rekaman juga menunjukkan anak-anak yang panik tiba dengan ambulans tanpa orang tua mereka dan seorang anak yang hampir tidak bisa bereaksi dengan lengan yang diperban dibawa dengan tandu.

Israel mulai melancarkan serangan udara secara masif di Rafah, Senin (6/5) malam. Sebelumnya Israel telah memberikan peringatan agar warga Palestina segera meninggalkan Rafah, jelang invasi ke kota tersebut.

Serangan tersebut diluncurkan Israel di tengah kelompok militan Palestina, Hamas menyetujui proposal gencatan senjata di Gaza.

Hingga kini jumlah korban tewas di Gaza juga bertambah nyaris 35 ribu orang sejak agresi dimulai tahun lalu. Sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini