Notification

×

Iklan

Iklan

TNI AU Terima 8 Unit Helikopter dari Kemenhan RI

Jumat, 01 Desember 2023 | 17:28 WIB Last Updated 2023-12-01T10:28:53Z
Sumber foto: TNI

Kabar Center

Delapan unit helikopter angkut berat H255M dan satu unit H255M full flight simulator dari Menhan RI diserahkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Lanud Atang Sendjaja Bogor, Jumat (1/12/2023).

Penyerahan itu dihadiri Kasum TNI Letjen TNI Bambang Ismawan, S.E., M.M. yang mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si.

Helikopter H225M ini merupakan produk kerja sama industri antara PTDI dengan Airbus Helicopters. Kedelapan helikopter tersebut dikirimkan secara bertahap, sejak dikirimkannya unit pertama pada tanggal 14 September 2023 dari Apron Hanggar Rotary Wing PTDI.

H225M dikenal sebagai helikopter yang aman, andal, kuat, dan serbaguna yang mampu melaksanakan berbagai misi seperti  operasi khusus, SAR, evakuasi medis, pengawasan maritim, dan bantuan tembakan dari udara.

H225M juga dapat dilengkapi dengan sistem persenjataan yang memungkinkannya untuk menangani semua jenis skenario operasi, baik dalam konflik konvensional maupun asimetris.

Pesawat helikopter angkut berat H255M merupakan perkuatan bagi TNI AU khususnya Skadron Udara 8 Wing 4 Pangkalan Udara Atang Sendjaja Bogor.

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dalam sambutannya mengatakan bahwa, Indonesia adalah negara yang besar dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, ekonomi termasuk ke-16 besar dan luas wilayah yang sama dengan Eropa, memerlukan Alutsista sarana pertahanan yang harus mampu mengawal kedaulatan bangsa dan negara, dan itu tidaklah murah.

"Ada yang mengatakan pertahanan itu mahal, kemerdekaan itu mahal, kedaulatan itu mahal, kita mau jadi negara yang merdeka itu mahal, mau jadi negara terhormat itu mahal," ujarnya.

Indonesia harus punya Angkatan Udara yang handal dan unggul, sebagai alat pertahanan negara dan bukan untuk melakukan agresi ke negara lain. "Bukan mau gagah-gagahan atau mengancam siapapun, kita ingin damai dan tetap merdeka, kalau kita ingin damai harus siap untuk perang itu adalah hukum sejarah," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Panglima Komando Operasi Udara Nasional Marsdya TNI Mohamad Tonny Harjono, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsda TNI Yusuf Jauhari, pejabat lain di lingkungan kementerian, Mabes TNI dan Mabesau.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini