Notification

×

Iklan

Iklan

Serangan Israel di Kamp Jabalia Tewaskan Kepala Unit Rudal Anti-Tank Hamas

Kamis, 02 November 2023 | 12:43 WIB Last Updated 2023-11-02T05:43:12Z
Lebih dari 1.000 unit rumah telah hancur di Gaza sejak Israel memulai kampanye pengeboman terbarunya di daerah tersebut. [Getty]

Kabar Center

Militer Israel menyebut telah membunuh Muhammad A'sar, komandan senior milisi Hamas Palestina, dalam serangan kedua di kamp pengungsi Jabalia pada Rabu (1/11).

Dilaporkan Al Jazeera, pasukan Israel mengidentifikasi A'sar sebagai kepala unit rudal anti-tank Hamas.

"A'sar bertanggung jawab atas rudal anti-tank Hamas di seluruh Gaza," begitu pernyataan militer Israel.

Israel menuding di bawah komando A'sar, Hamas melancarkan berbagai serangan misil anti-tank yang menargetkan warga sipil dan militer.

Dilansir dari Reuters, A'sar tewas dalam serangan udara Israel di kompleks komando dan kontrol Hamas di Jabalia.

"Hamas sengaja membangun markas teror di bawah, di sekitar, dan di dalam bangunan sipil," bunyi keterangan Israel.

Ini merupakan serangan kedua Israel di Jabalia setelah pada Selasa (31/10), Tel Aviv menyerang kamp pengungsi terbesar di Gaza itu hingga menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya.

Israel mengklaim serangan udara pada Selasa diluncurkan untuk menewaskan Komandan Hamas Ibrahim Biari dan beberapa militan Hamas lainnya.

"Kami fokus menargetkan Komandan Hamas," kata juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Kapten Richard Hecht, dalam wawancara di CNN.

"Ini adalah medan pertempuran yang sangat rumit. Mungkin ada Hamas yang bersembunyi di bangunan di sana, mungkin ada yang terowongan. Kami masih menyelidikinya," tambahnya.

Menurut kantor media Hamas, sekitar 195 orang tewas dan 777 orang lainnya terluka akibat dua gempuran udara Israel ke kamp Jabalia. Sekitar 120 orang masih hilang dan diyakini masih berada di bawah reruntuhan bangunan.

Dengan banyaknya korban sipil yang berjatuhan ini, IDF seakan tutup mata. Hecht menegaskan pihaknya sudah memberi peringatan kepada penduduk Gaza agar pindah ke selatan demi keamanan.

"Inilah tragedi perang. Seperti yang Anda ketahui, kami sudah mengatakan selama beberapa hari, pindah ke selatan. Warga sipil yang tidak terlibat dengan Hamas, tolong pindah ke selatan," ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Hamas Hasem Qassem membantah ada komandan senior yang berada di kamp pengungsi tersebut. Hamas menuding Israel hanya berdalih untuk membunuh warga sipil.

Serangan di kamp ini sendiri menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk negara-negara Arab.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB juga menyebut serangan di Jabalia layak dipertimbangkan sebagai kejahatan perang.

"Mengingat tingginya jumlah korban sipil dan skala kerusakan menyusul serangan udara Israel di kamp pengungsi Jabalia, kami memiliki kekhawatiran serius bahwa ini adalah serangan tidak proporsional yang bisa menjadi kejahatan perang," tulis Kantor HAM PBB di X.

Perang Hamas dengan Israel sejak pecah pada 7 Oktober lalu telah menewaskan 8.796 warga Gaza, dengan sebagian besar anak-anak dan perempuan. Sementara itu, korban tewas di pihak Israel mencapai 1.400 orang.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini