Notification

×

Iklan

Iklan

Jadi Agen Rahasia CIA, China Tangkap Warganya

Jumat, 11 Agustus 2023 | 12:26 WIB Last Updated 2023-08-11T05:26:49Z
Ilustrasi agen rahasia | net

Kabar Center

Beijing - Otoritas China telah menangkap seorang warga negaranya yang diduga kuat menjadi agen rahasi atau mata-mata untuk Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA. Kasus ini menyoroti risiko dan bahaya warga negara China yang direkrut menjadi mata-mata di luar negeri.

Dilaporkan Reuters, Jumat (11/8/2023), media pemerintah China Central Television (CCTV) menyebut seorang warga negara China bermarga Zeng, yang bekerja untuk kelompok industri militer, direkrut oleh seorang agen CIA yang berbasis di Italia.

Zeng dikirim ke Italia oleh kelompok industri militer untuk melakukan studi lebih lanjut, namun dia malah berkenalan dengan seorang agen CIA di negara itu.

Melalui pesta makan malam, jalan-jalan dan kunjungan ke opera, keduanya mengembangkan hubungan yang 'dekat'. Laporan CCTV menyebut Zeng secara bertahap menjadi 'bergantung secara psikologis' terhadap agen CIA itu.

Setelah berhasil 'mengguncang' sikap politik Zeng, sebut laporan CCTV, agen CIA itu mencari informasi-informasi sensitif soal militer China darinya. Tidak disebutkan lebih lanjut kapan peristiwa itu terjadi.

Namun laporan CCTV menyebut Zeng kedapatan telah menandatangani perjanjian spionase dengan AS dan telah menerima pelatihan sebelum kembali ke China. Setelah pulang ke China, Zeng beberapa kali memberikan informasi intelijen 'inti' dan telah mengantongi dana untuk aksi-aksinya itu.

Menurut laporan tersebut, langkah koersif -- yang biasanya berarti penahanan -- telah dilakukan terhadap Zeng.

Laporan CCTV itu tidak menyebutkan secara spesifik jenis kelamin Zeng, hanya disebutkan bahwa dia kelahiran tahun 1971. Agen CIA yang diduga merekrut Zeng, menurut laporan itu, diduga bernama 'Seth'.

Kedutaan Besar AS di Beijing belum memberikan komentar atas laporan tersebut.

Hubungan antara AS dan China memburuk dalam beberapa tahun terakhir karena berbagai masalah, termasuk keamanan nasional. Washington menuduh Beijing melakukan spionase dan serangan dunia maya -- tuduhan itu dibantah keras oleh China. Beijing sendiri juga menyatakan berada di bawah ancaman mata-mata.

Atas nama keamanan nasional, China pada awal bulan ini meminta warganya untuk berpartisipasi dalam pekerjaan kontra-spionase, menyusul perluasan undang-undang (UU) anti-mata-mata pada Juli lalu, yang membuat AS khawatir.

Ikuti berita terkini dari Kabar Center di Google News, klik di sini