BPBD Prakiraan Potensi Pergerakan Tanah 10 Wilayah di Jaktim-Jaksel

JM
Selasa, 05 April 2022, 12:18 WIB Last Updated 2022-08-29T03:11:03Z

Pergerakan tanah | Ilustrasi

KABARCENTER.com

Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut ada 10 wilayah di Jakarta yang memiliki potensi mengalami pergerakan tanah. 

BPBD mengatakan, perkiraan ini disusun berdasarkan hasil tumpang susun peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan.

"Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG," tulis @bpbddkijakarta, Selasa (5/4/2022) melalui instagram.
 
Titik rawan pergerakan tanah menurut BPBD terbagi menjadi 2 zona, yakni zona menengah dan zona tinggi. Untuk zona menegah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

"Sementara pada zona tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali," ujarnya.

BPBD mengimbau agar pemerintah setempat mengantisipasi potensi pergerakan tanah. Terutama pada saat Jakarta dilanda curah hujan di atas normal.

"Untuk itu kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," katanya.

Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Geologi atau PVMBG, sebanyak 10 daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah. Berikut rinciannya:

Jakarta Selatan:
1. Kecamatan Cilandak
2. Kecamatan Jagakarsa
3. Kecamatan Kebayoran Baru
4. Kecamatan Kebayoran Lama
5. Mampang Prapatan
6. Kecamatan Pancoran
7. Kecamatan Pasar Minggu
8. Kecamatam Pesanggrahan

Jakarta Timur:
9. Kecamatan Kramat Jati
10. Kecamatan Pasar Rebo

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+