Bantuan Kemanusiaan, Presiden Hingga Perdana Menteri Taiwan Sumbangkan Gajinya untuk Ukraina

G.M
Kamis, 03 Maret 2022, 13:09 WIB Last Updated 2022-08-29T03:11:03Z

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen

KABARCENTER.com

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen menyampaikan pada Rabu, dia, Wakil Presiden William Lai, dan Perdana Menteri Su Tseng-chang akan menyumbangkan gaji bulanan masing-masing untuk bantuan kemanusiaan di Ukraina ketika negara itu sedang menghadapi invasi Rusia.

Perang ini menarik simpati yang meluas di Taiwan untuk rakyat Ukraina, karena merasa memiliki nasib sama di mana Taiwan menghadapi ancaman dari China. Beijing menganggap Taiwan sebagai wilayahnya dan menekan secara militer untuk menegaskan klaim tersebut.

Tsai, yang pemerintahannya pekan ini mengirim bantuan gelombang pertama 27 ton peralatan medis, menyampaikan dalam rapat Partai Progresif Demokratik bahwa ketabahan rakyat Ukraina telah menggerakkan dunia dan rakyat Taiwan juga.

Tsai mengatakan, dukungan kekuatan demokrasi global untuk Ukraina semakin kuat.

"Sebagai anggota mitra demokrasi global, Taiwan tidak absen, dan kami mendukung penuh Ukraina," katanya, dikutip dari Reuters, Kamis (3/3).

Tsai menyampaikan, Kementerian Luar Negeri Taiwan akan menyiapkan rincian rekening bank yang dibuat Asosiasi Bantuan Bencana Taiwan untuk sumbangan bantuan Ukraina di mana Tsai, Lai, dan Su akan menyumbangkan gaji mereka.

Seorang sumber mengungkapkan kepada Reuters, Tsai sebagai presiden menerima gaji sekitar 400.000 dolar Taiwan atau sekitar Rp 204 juta per bulan.

Terpisah, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan pihaknya telah menanyakan kedutaannya di Warsawa, pemerintah Polandia dan NGO akan membantu mendistribusikan dana sumbangan tersebut untuk membantu pengungsi Ukraina.

Pekan lalu, Taiwan juga mengumumkan bergabung bersama negara Barat lainnya ikut menjatuhkan sanksi untuk Rusia, walaupun kerjasama perdagangan Taiwan dengan Rusia jumlahnya kecil.

"Saya harap saudara sebangsa kami, juga mitra partai kami di jabatan publik, bisa sepenuhnya menanggapi tindakan ini dan dengan tegas mengungkapkan kepada dunia bahwa Taiwan bersama Ukraina, dan Taiwan mendukung demokrasi dan kebebasan," pungkas Tsai. (*)

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+