9 Anggota DPR dan Puluhan Pegawai Kena COVID, Mekanisme Kerja Diperketat

G.M
Rabu, 02 Februari 2022, 12:53 WIB Last Updated 2022-02-02T05:53:37Z


KABARCENTER.com

Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar mengungkapkan ada 9 anggota dewan dan puluhan pegawai, mulai dari ASN dan staf ahli terpapar COVID-19. DPR memastikan bakal memperketat mekanisme rapat.

"Berkaitan dengan tracing kami di lingkungan DPR ini, saat ini yang dilakukan melalui laboratorium kita ada 9 anggota DPR yang positif dan 80 orang dari lingkungan pegawai ASN, dan tenaga ahli dewan," ujar Indra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/2/2022).

Namun Indra enggan menyebut siapa saja anggota dewan yang terpapar COVID-19. Dia mengatakan mayoritas anggota dewan terpapar di dapil.

"Ya kalau kegiatan ini sekarang anggota banyak di aktif di konstituen di dapil ya. Saya kira banyak aktivitas di dapil ya, karena di DPR ini sampai sekarang rapat-rapat dengan prokes yang sangat ketat, masih banyak pembahasan RUU dan pembahasan rapat kerja bersama pemerintah yang dilakukan sangat dibatasi," katanya.

Indra mengatakan pihaknya sudah membuat surat edaran untuk memperketat mekanisme kerja di DPR. Kapasitas rapat dibatasi hanya 50 persen.

"24 Januari lalu pimpinan DPR ibu ketua sudah memberikan arahan mengingatkan untuk disampaikan kepada semua AKD bahwa mekanisme kegiatan di DPR akan agar dikendalikan. Nah untuk di lingkungan setjen, sudah dilakukan edaran di tanggal 26 Januari bahwa maksimal kegiatan WFH dan WFO itu 50 persen," ungkapnya.

"Kemudian untuk jam kerja juga begitu, kita batasi sampai dengan 15.30 hari biasa, hari Jumat sampai jam 15.00," tambahnya.

Indra mengatakan kunjungan kerja anggota dewan juga ditunda terlebih dahulu sementara waktu. Hal itu akan dibahas dalam rapat badan musyawarah terdekat.

"Jadi sekarang ini tentu kita akan perketat terus, berkaitan dengan kegiatan kunker-kunker oleh pimpinan DPR juga akan diperketat, bahkan sementara akan dilakukan stop dulu tapi itu akan disampaikan di bamus terdekat, jadi ini bagian dari pengendalian semua kegiatan dewan," pungkas Indra. (dtc/kc4)

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+