Menkeu Sri Mulyani Apresiasi Sinegergitas Perbankan Syariah dengan Dunia Akademis

JM
Kamis, 23 September 2021, 12:06 WIB Last Updated 2021-10-21T06:20:28Z


KABARCENTER.com

Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi sinergi yang dilakukan antara industri perbankan syariah dengan dunia akademis untuk membangun sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri ekonomi syariah.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara Seremonial Penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) Program Strategic Sharia Banking Management (SSBM), Rabu (22/9). Kegiatan ini merupakan kerja sama yang dilakukan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan lima perguruan tinggi, yakni Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta.

“Ini adalah kerja sama yang sangat baik untuk tidak hanya mengajarkan mengenai literasi keuangan, tetapi juga kemampuan untuk bisa membangun sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan manajerial, leadership, dan juga kemampuan untuk melihat kesempatan sehingga bisa mengembangkan tidak hanya keuangan syariah, namun juga industri yang berbasis pada nilai-nilai Islam, seperti industri halal,” ujar Menkeu.

Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, saat ini semakin menunjukkan keinginan dan gaya hidup yang mencerminkan nilai-nilai keislaman. Adanya peningkatan preferensi masyarakat tersebut menimbulkan kesempatan bagi industri-industri baru yang berbasis pada nilai Islam.

“Inilah yang sebetulnya menjadi salah satu tolok ukur bagi pentingnya kita untuk membangun kemampuan industri, baik di sektor riil maupun sektor jasa, yang menggambarkan kebutuhan masyarakat yang terus berubah,” kata Menkeu.

Namun demikian, tantangan di sektor keuangan, baik di Indonesia maupun secara global, ke depannya akan terus mengalami peningkatan. Tantangan ini muncul akibat perubahan ekonomi secara global dimana kegiatan transaksi antarnegara menjadi sangat tidak ada batasnya (borderless).

Industri perbankan harus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat, salah satunya kebiasaan masyarakat yang menggunakan teknologi di dalam kehidupan sehari-harinya, termasuk di dalam transaksi dan mengelola aset yang dimiliki.

“Perubahan-perubahan demografi, globalisasi, dan juga teknologi, serta semakin terjadinya mobilitas capital antarnegara akan menjadi tantangan yang akan dihadapi sektor keuangan, termasuk industri perbankan. Oleh karena itu, industri perbankan harus terus menata dirinya secara kuat,” ujar Menkeu.

Menkeu berharap, program strategis dalam SSBM memasukkan unsur teknologi sehingga dapat dimanfaatkan secara kreatif untuk menghasilkan berbagai inovasi. Selain itu, Menkeu juga meminta BSI dapat menjadi motor penggerak dan menciptakan sebuah confidence terhadap tata kelola dan SDM yang baik. Sebagai bank syariah, BSI harus memiliki tata kelola pengelolaan keuangan dan pengelolaan dari sisi proses bisnis yang sehat, transparan, dan kompetitif.

“Jalankan nilai-nilai Islam secara konsisten. Artinya harus mengelola aset dan perusahaan itu sebagai suatu amanah yang tidak boleh dicederai,” ujar Menkeu. (*)

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+