Insiden Festival Keagamaan di Israel, Puluhan Orang Meninggal Dunia

G.M
Jumat, 30 April 2021, 10:20 WIB Last Updated 2021-04-30T03:20:02Z
Petugas medis melakukan evakuasi | Reuters

Kabar Center - Tel Aviv

Festival keagamaan di Israel mengalami insiden mematikan. Akibat peristiwa itu, puluhan orang meninggal dunia. Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai 'bencana besar'.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Jumat (30/4/2021), insiden tersebut terjadi dalam perkumpulan massal untuk merayakan festival keagamaan Lag B'Omer yang juga dikenal dengan festival api unggunnya pada Jumat (30/4) waktu setempat.

Puluhan ribu warga Yahudi ultra-Ortodoks berkumpul di pemakaman Rabbi Shimon Bar Yochai, tokoh Yahudi terkemuka abad ke-2, untuk menghadiri peringatan tahunan yang mencakup doa semalam suntuk dan tari-tarian. 

Makam itu merupakan salah satu situs suci bagi umat Yahudi dan didatangi peziarah setiap tahunnya.

Peringatan ini dilaporkan sebagai salah satu acara perkumpulan terbesar sejak pandemi virus Corona (COVID-19) merajalela setahun lalu.

Laporan media setempat melaporkan, salah satu bagian tempat duduk stadion di Gunung Meron, Galilea, yang menjadi lokasi festival Lag B'Omer ambruk. Namun belakangan otoritas setempat menyebut korban tewas diduga mengalami sesak napas atau terinjak-injak dalam insiden desak-desakan.

Jumlah korban tewas akibat insiden ini belum pasti. Laporan layanan darurat ZAKA menyebut sedikitnya 28 orang tewas dalam insiden ini. Sementara laporan televisi lokal Channel 12 TV menyebut ada 38 orang yang tewas.

Layanan ambulans Magen David Adom (MDA) menyebut sedikitnya 103 orang mengalami luka-luka. Juru bicara MDA, Zaki Heller, menyebut selain dengan ambulans, para korban luka juga dievakuasi ke rumah sakit dengan enam helikopter.

Usai terjadi insiden, polisi setempat langsung menutup lokasi dan memerintahkan orang-orang yang menghadiri festival itu untuk dievakuasi dengan bus-bus.

Postingan video di media sosial memperlihatkan situasi yang kacau dengan orang-orang berupaya memanjat celah-celah besi untuk menyelamatkan diri. Kemudian tampak juga jenazah korban dibaringkan di koridor, dengan ditutupi selimut aluminium foil.

Dalam pernyataan via Twitter, Netanyahu menyebut insiden ini sebagai 'bencana besar'. "Kita semua mendoakan para korban," tulisnya.
Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+